<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lagu Aceh, Sejarah Buruk Seni yang Sakit</title>
	<atom:link href="http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit</link>
	<description>One Clik to Aceh Explore</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 00:34:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: deknong</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit/comment-page-1#comment-208</link>
		<dc:creator>deknong</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 23:40:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=98#comment-208</guid>
		<description>Kreatifitas seni musik di aceh cendrung jalan di tempat. Dari zaman Ibnoe Arhas sampai sekarang kebiasaan menjiplak komposisi musik india, dankdhut dan melayu terus &quot;dilestarikan&quot; dan itu sepertinya juga ditolelir oleh AIRA dengan berbagai alasan, mungkin salah satu alasan adalah kompromi dengan selera pasar!! Tidak berlebihan kalau ada pendapat yang mengatakan musik dan lagu aceh masih berkualitas IMITASI...betapa lemahnya kreatifitas para seniman musik bila dalam membuat sebuah komposisi hanya merubah / mengalih bahasakan lyricnya saja,,sedangkan musiknya punya orang lain...!!! Yang lebih lucu para penyanyi aceh yang punya karakter vocal dengan cengkok dankdhut yang kental dengan sangat percaya diri menyanyikan lagu2 nya yang dikemas dengan irama slow rock atau disco...maka jadilah musik slow rock atau disco yang ke-dankdut2an....(han ek ta khem....!!)
Dari segi kualitas lyricnya pun masih itu2 aja, tema cinta yang picisan, asal bunyi, malah kadang2 lyric lagu aceh cendrung berisi ejekan atau penilaian negatif untuk orang lain, malah yang lebih parah budaya mengejek (meu nyek-nyek) lewat lagu telah diwariskan ke generasi berkutnya!! coba simak lagu2 album BERGEK.....!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kreatifitas seni musik di aceh cendrung jalan di tempat. Dari zaman Ibnoe Arhas sampai sekarang kebiasaan menjiplak komposisi musik india, dankdhut dan melayu terus &#8220;dilestarikan&#8221; dan itu sepertinya juga ditolelir oleh AIRA dengan berbagai alasan, mungkin salah satu alasan adalah kompromi dengan selera pasar!! Tidak berlebihan kalau ada pendapat yang mengatakan musik dan lagu aceh masih berkualitas IMITASI&#8230;betapa lemahnya kreatifitas para seniman musik bila dalam membuat sebuah komposisi hanya merubah / mengalih bahasakan lyricnya saja,,sedangkan musiknya punya orang lain&#8230;!!! Yang lebih lucu para penyanyi aceh yang punya karakter vocal dengan cengkok dankdhut yang kental dengan sangat percaya diri menyanyikan lagu2 nya yang dikemas dengan irama slow rock atau disco&#8230;maka jadilah musik slow rock atau disco yang ke-dankdut2an&#8230;.(han ek ta khem&#8230;.!!)<br />
Dari segi kualitas lyricnya pun masih itu2 aja, tema cinta yang picisan, asal bunyi, malah kadang2 lyric lagu aceh cendrung berisi ejekan atau penilaian negatif untuk orang lain, malah yang lebih parah budaya mengejek (meu nyek-nyek) lewat lagu telah diwariskan ke generasi berkutnya!! coba simak lagu2 album BERGEK&#8230;..!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mukhsin Rizal</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit/comment-page-1#comment-182</link>
		<dc:creator>Mukhsin Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 14:14:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=98#comment-182</guid>
		<description>Nilai dari seni menurut saya  adalah pada kemampuan memainkan atau memberikan warna dari seni tersebut. jangan berfikir bahwa seni Aceh datang belakangan,. menurut saya itu salah, periwayatan seni Aceh bukan dimulai pada tahun I945 atau setelah belanda memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, 

meluruskan ini harus kita kembalikan kepada abu-abu atau tengku tengku pelaku seni yang masih hidup dan tidak tersentuh dengan nuansa dan romantikan saat ini. seni aceh memiliki nilai tersendiri bagi saya seni Aceh juga tidak erat kaitannya dengan islam,  karena masyarakat Aceh telah lahir sebelum islam itu ada. (maaf bukan saya anti islam karena saya adalah muslim) 

bagi sebagian muda rasanya malu menikmati lagu yang berbahasa Aceh, menurut saya bukan salah para pelaku seni atau para penyanyi yang menyanyikan lagu Aceh yang salah, tetapi para insan muda saat ini tidak begitu dekat dengan nilai dan seni budaya Aceh itu sendiri dan secara teori budaya itu lahir saat dibutuhkan dan ketika tidak zamannya lagi maka budaya tersebut akan hilang. 

mengungkap tulisan diatas, seni aceh bukan pada nilai instrumen nyanyian atau tiruan dari lagu-lagu luar tetapi saya yakin bahwa sesederhana apapun lagunya atau intrumen musiknya di ambil dari lagu-lagu orang tetapi nilai khusus tetap hadir dalam diri dan penikmat seni itu sendiri. 

not the dokrin be art, 

seni tidak memiliki nilai maksimal dan nilai minimal, karena seni memang tidak dapat dinilai, menurut saya kalo saat ini seni dapat divoting atau diarahkan kepada nilai maksimum dan minimum justru bagi saya itu semua nihil.  

namun demikian semua berpulang kepada kita, 
saya salut dengan tulisan diatas. tetapi muatan nilai terhadap seni budaya Aceh secara umum bukanlah pada lagu-lagu yangdinyanyikan saat ini. ternyat lebih dari pada itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nilai dari seni menurut saya  adalah pada kemampuan memainkan atau memberikan warna dari seni tersebut. jangan berfikir bahwa seni Aceh datang belakangan,. menurut saya itu salah, periwayatan seni Aceh bukan dimulai pada tahun I945 atau setelah belanda memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, </p>
<p>meluruskan ini harus kita kembalikan kepada abu-abu atau tengku tengku pelaku seni yang masih hidup dan tidak tersentuh dengan nuansa dan romantikan saat ini. seni aceh memiliki nilai tersendiri bagi saya seni Aceh juga tidak erat kaitannya dengan islam,  karena masyarakat Aceh telah lahir sebelum islam itu ada. (maaf bukan saya anti islam karena saya adalah muslim) </p>
<p>bagi sebagian muda rasanya malu menikmati lagu yang berbahasa Aceh, menurut saya bukan salah para pelaku seni atau para penyanyi yang menyanyikan lagu Aceh yang salah, tetapi para insan muda saat ini tidak begitu dekat dengan nilai dan seni budaya Aceh itu sendiri dan secara teori budaya itu lahir saat dibutuhkan dan ketika tidak zamannya lagi maka budaya tersebut akan hilang. </p>
<p>mengungkap tulisan diatas, seni aceh bukan pada nilai instrumen nyanyian atau tiruan dari lagu-lagu luar tetapi saya yakin bahwa sesederhana apapun lagunya atau intrumen musiknya di ambil dari lagu-lagu orang tetapi nilai khusus tetap hadir dalam diri dan penikmat seni itu sendiri. </p>
<p>not the dokrin be art, </p>
<p>seni tidak memiliki nilai maksimal dan nilai minimal, karena seni memang tidak dapat dinilai, menurut saya kalo saat ini seni dapat divoting atau diarahkan kepada nilai maksimum dan minimum justru bagi saya itu semua nihil.  </p>
<p>namun demikian semua berpulang kepada kita,<br />
saya salut dengan tulisan diatas. tetapi muatan nilai terhadap seni budaya Aceh secara umum bukanlah pada lagu-lagu yangdinyanyikan saat ini. ternyat lebih dari pada itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deknong</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit/comment-page-1#comment-180</link>
		<dc:creator>deknong</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 18:11:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=98#comment-180</guid>
		<description>Sebuah fenomena yang mengherankan masyarakat Aceh dalah komunitas yang boleh dikatakan yang tidak bodoh dalam memilih pakaian yang punya merek berkualitas (well-branded fashion). Coba perhatikan penampilan orang aceh dalam memakai celana, baju dan HP sekalipun boleh dikatakan rata2 bermerek bagus dan ga mau milih yang tiruan (merek AJO). Tapi anehnya dalam hal selera musik sangat bertolak belakang, orang aceh pada umumnya belum bisa mengapresiasi / menilai sebuah karya yang berkualitas, selera musik orang aceh masih kelas kacangan baik dari komposisi musik atau liriknya. Lagu2 jiplakan membanjiri pasar musik Aceh!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah fenomena yang mengherankan masyarakat Aceh dalah komunitas yang boleh dikatakan yang tidak bodoh dalam memilih pakaian yang punya merek berkualitas (well-branded fashion). Coba perhatikan penampilan orang aceh dalam memakai celana, baju dan HP sekalipun boleh dikatakan rata2 bermerek bagus dan ga mau milih yang tiruan (merek AJO). Tapi anehnya dalam hal selera musik sangat bertolak belakang, orang aceh pada umumnya belum bisa mengapresiasi / menilai sebuah karya yang berkualitas, selera musik orang aceh masih kelas kacangan baik dari komposisi musik atau liriknya. Lagu2 jiplakan membanjiri pasar musik Aceh!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M. Armiyadi Signori</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit/comment-page-1#comment-3</link>
		<dc:creator>M. Armiyadi Signori</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 16:47:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=98#comment-3</guid>
		<description>Tulisan yang menarik, emang ada beberapa penyanyi Aceh yang menyanyikan lagu Aceh yang orisinal seperti komunitas nyawong, kande dan raket. tapi persoalanya sangat banyak lagu aceh yang hanya di ubah dari bahasa indonesia atau bahasa india ke bahasa Aceh. sehingga yang kita dengar adalah lagu dandut atau india dalam bahasa aceh, sama sekali tidak membuat kita bangga terhadap karya seperti itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang menarik, emang ada beberapa penyanyi Aceh yang menyanyikan lagu Aceh yang orisinal seperti komunitas nyawong, kande dan raket. tapi persoalanya sangat banyak lagu aceh yang hanya di ubah dari bahasa indonesia atau bahasa india ke bahasa Aceh. sehingga yang kita dengar adalah lagu dandut atau india dalam bahasa aceh, sama sekali tidak membuat kita bangga terhadap karya seperti itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KK</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/06/lagu-aceh-sejarah-buruk-seni-yang-sakit/comment-page-1#comment-2</link>
		<dc:creator>KK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 02:29:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=98#comment-2</guid>
		<description>Lihat dulu status musik dan lagu itu sendiri, jangan seolah-olah pelaku musik di Aceh semuanya pembajak. Apabila kita sudah tahu bagaimana proses dari produk seni itu sendiri, barulah kita boleh berbicara.... Tidak semua orang dapat melakukan hal yang sama. Tetapi, ini adalah sebuah produk.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lihat dulu status musik dan lagu itu sendiri, jangan seolah-olah pelaku musik di Aceh semuanya pembajak. Apabila kita sudah tahu bagaimana proses dari produk seni itu sendiri, barulah kita boleh berbicara&#8230;. Tidak semua orang dapat melakukan hal yang sama. Tetapi, ini adalah sebuah produk.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

