<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Cerpen &#124; Kutunggu Jandamu</title>
	<atom:link href="http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu</link>
	<description>One Clik to Aceh Explore</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 00:34:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: M. Armiyadi Signori</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-20</link>
		<dc:creator>M. Armiyadi Signori</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 09:15:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-20</guid>
		<description>Saya tidak begitu mengerti dunia cerpen, tapi saya membaca cerpen ini berulang - uloang termasuk yang di serambi indonesia. saya suka ide tulisan ini, walaupun ide ini sudah sering di tulis.  ku tunggu jandamu atau kubunuh suamimu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak begitu mengerti dunia cerpen, tapi saya membaca cerpen ini berulang &#8211; uloang termasuk yang di serambi indonesia. saya suka ide tulisan ini, walaupun ide ini sudah sering di tulis.  ku tunggu jandamu atau kubunuh suamimu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bahagia Arbi</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-19</link>
		<dc:creator>Bahagia Arbi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 07:34:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-19</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhadzdzier M.Salda</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-18</link>
		<dc:creator>Muhadzdzier M.Salda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 15:57:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-18</guid>
		<description>RN; ha ha ha. dia seprti marah juga aku telah menulis begini rupa. ini bukan cerita Edi M, bukan juga cerita saya tapi ini cerita serupa tapi tak sama. he he..
tentu saja kejadiannya tidak jauh beda dengan kisah kasih teman kita yang cabul itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>RN; ha ha ha. dia seprti marah juga aku telah menulis begini rupa. ini bukan cerita Edi M, bukan juga cerita saya tapi ini cerita serupa tapi tak sama. he he..<br />
tentu saja kejadiannya tidak jauh beda dengan kisah kasih teman kita yang cabul itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RN</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-17</link>
		<dc:creator>RN</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:32:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-17</guid>
		<description>Mana Edy Miswar? Kok dia tak kasih komentar? Kan ini cerita tentang Edy? hahaha... Atau ini pengalaman Azier sendiri???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mana Edy Miswar? Kok dia tak kasih komentar? Kan ini cerita tentang Edy? hahaha&#8230; Atau ini pengalaman Azier sendiri???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhadzdzier M.Salda</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-16</link>
		<dc:creator>Muhadzdzier M.Salda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 14:55:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-16</guid>
		<description>makasih adun Nizar. itu semu butuh proses.
dan saya sedang menuju ke arah itu, untuk menjadi Muhadzdzier.  sekarang masih copy paste bahsa, gaya bercerita orang-orang. he he

kulit betis? kalau dikampung2 bis kita liahat dan sering terjadi. orang perempuan yang memakai kain pinggang diatas tumit. saat duduk misalnya kan bisa kita terlihat.
kalau kata sifat, saya belajar juga bang. he he. kadng luap mana ygn sifat dan kerja.

banyak hal yang saya petik pelajaran dari komentar adun.
kalau buru-buru tidak! cerpen ini saya tulis poersis seperit pada tanggal 2 juni 2009 seperti info tulisan di bawah..

ada banyak hal yang perlu saya pelajari. he he he
terimaksih banyak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih adun Nizar. itu semu butuh proses.<br />
dan saya sedang menuju ke arah itu, untuk menjadi Muhadzdzier.  sekarang masih copy paste bahsa, gaya bercerita orang-orang. he he</p>
<p>kulit betis? kalau dikampung2 bis kita liahat dan sering terjadi. orang perempuan yang memakai kain pinggang diatas tumit. saat duduk misalnya kan bisa kita terlihat.<br />
kalau kata sifat, saya belajar juga bang. he he. kadng luap mana ygn sifat dan kerja.</p>
<p>banyak hal yang saya petik pelajaran dari komentar adun.<br />
kalau buru-buru tidak! cerpen ini saya tulis poersis seperit pada tanggal 2 juni 2009 seperti info tulisan di bawah..</p>
<p>ada banyak hal yang perlu saya pelajari. he he he<br />
terimaksih banyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nizar</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-15</link>
		<dc:creator>nizar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 07:16:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-15</guid>
		<description>ehmmmmm....

judulnya propokatif, jadi teringat truk2 yg hilir mudik jaln banda aceh -medan.
blm ada yg istimewa dalm cerpen ini, setidaknya belum nampak &quot;kemuhadjirannya&quot;. pemilihan kata masih berkhas ala sekolah do karim nampak kentara seperti &quot;berkahwin&quot;, &quot;bersebab&quot; dsb. bisa dimaklumi karena ajier alumni disitu. namun saya rasa setiap penulis harus mengembangkan gayanya masing-masing..

pembuatannya seperti terburu2, apa karena untuk media online maka buatnya terburu2? jgn gitulah..

pemilihan kata2 sepertinya berlawanan secara logika umum yang ilmiah. contoh  &quot; Kulit betisnya saja kuning langsat membunting bak biji padi yang menguning. Halus mulus tanpa polesan. Tapi Samir tak juga keluar air liurnya melihat ustadzah itu. Tubuhnya yang ranum menampakkan kalau ia masih bisa memberikan anak untuk Samir&quot;.

masak ada ustazah mamer betis? tidak sengaja mungkin? memang kalo tubuh ranum udah pasti bisa kasiih anak?

ini lagi contohnya  &quot;Samir perjaka waktu ia masih kuliah di Darussalam adalah sosok wajah lumayan tampan. Kepalanya yang tampak botak menunjukkan kalau ia seorang mahasiswa yang pintar. Apalagi ditambah dengan memakai kacamata seakan menunjukkan ia orang yang pintar&quot;

anggapan botak adalah tidak tampan dan belum tentu pinter. kalimat tadi diulangi lagi &quot;dengan memakai kaca mata seakan menunjukkan ia orang pintar&quot;, kan diatasnya udah tadi bilang ia kayak orang pintar?

masih ingat pelajaran di seramoe teumuleh? jangan pake kata sifat, tapi pake kata kerja. jangan bilang ia gila tapi bilang &quot;ia memutar2 rambutnya sambil mengtakan baru berjumpa obama&quot;, jangan bilang pinter tp bilang soal kalkulus difrensial hanya butuh 2 menit ia slesaikan dsb..dsb..

ok bang muadjir, cuma ini yg bisa aku berikan, semoga bisa jadi pelajaran bagi kita bersama terutama saya sndiri yang mash dhaif dlm penulisan..

sukses selalu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehmmmmm&#8230;.</p>
<p>judulnya propokatif, jadi teringat truk2 yg hilir mudik jaln banda aceh -medan.<br />
blm ada yg istimewa dalm cerpen ini, setidaknya belum nampak &#8220;kemuhadjirannya&#8221;. pemilihan kata masih berkhas ala sekolah do karim nampak kentara seperti &#8220;berkahwin&#8221;, &#8220;bersebab&#8221; dsb. bisa dimaklumi karena ajier alumni disitu. namun saya rasa setiap penulis harus mengembangkan gayanya masing-masing..</p>
<p>pembuatannya seperti terburu2, apa karena untuk media online maka buatnya terburu2? jgn gitulah..</p>
<p>pemilihan kata2 sepertinya berlawanan secara logika umum yang ilmiah. contoh  &#8221; Kulit betisnya saja kuning langsat membunting bak biji padi yang menguning. Halus mulus tanpa polesan. Tapi Samir tak juga keluar air liurnya melihat ustadzah itu. Tubuhnya yang ranum menampakkan kalau ia masih bisa memberikan anak untuk Samir&#8221;.</p>
<p>masak ada ustazah mamer betis? tidak sengaja mungkin? memang kalo tubuh ranum udah pasti bisa kasiih anak?</p>
<p>ini lagi contohnya  &#8220;Samir perjaka waktu ia masih kuliah di Darussalam adalah sosok wajah lumayan tampan. Kepalanya yang tampak botak menunjukkan kalau ia seorang mahasiswa yang pintar. Apalagi ditambah dengan memakai kacamata seakan menunjukkan ia orang yang pintar&#8221;</p>
<p>anggapan botak adalah tidak tampan dan belum tentu pinter. kalimat tadi diulangi lagi &#8220;dengan memakai kaca mata seakan menunjukkan ia orang pintar&#8221;, kan diatasnya udah tadi bilang ia kayak orang pintar?</p>
<p>masih ingat pelajaran di seramoe teumuleh? jangan pake kata sifat, tapi pake kata kerja. jangan bilang ia gila tapi bilang &#8220;ia memutar2 rambutnya sambil mengtakan baru berjumpa obama&#8221;, jangan bilang pinter tp bilang soal kalkulus difrensial hanya butuh 2 menit ia slesaikan dsb..dsb..</p>
<p>ok bang muadjir, cuma ini yg bisa aku berikan, semoga bisa jadi pelajaran bagi kita bersama terutama saya sndiri yang mash dhaif dlm penulisan..</p>
<p>sukses selalu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhadzdzier M.Salda</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-14</link>
		<dc:creator>Muhadzdzier M.Salda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 06:55:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-14</guid>
		<description>kia.birda.
itulah mungkin orang menyebut; Cinta! nanti ceritanya akan kita sambung lagi, sampai Si Romlah Menikah dengan Samir ya. he he.
nama dan kesamaan adalah fiktif belaka dalam cerita ini. Tabik.

Reza, terimakasih perhatiannya. benar bahwa kata-kata itu cuma ada dalam roman HAMKA yang sangat dahsyat itu. jauh tertinggal dengan kisah cinta dalam novel Ayat-ayat Cinta yang juga inspirasinya dari Tengelamnya Kapal Van Der wick (hanya persepsi saya). Dan Kutunggu JAndamu adalan jargon yang sering ditulis juga dipantat truk lintas sumatra dengan gambar perempuan sedih soerang wanita. sengaja saya tidak menyebut sumber PERMATAKU YANG HILANG, karena kata-kata itu sudah saya modif sedikit dengan menyambung kalimat KUTUNGGU JANDAMU. saya takutnya pecinta HAMKA akan marah jika saya menyebut permatak uayang Hilang , kutunggu jandamu( kutipan dari Novel HAmka) nah ini yang tak layak karena bisa saj di anggap pelecehan terhadap karya orang lain.

teriamaskih atas artensinya. salam sejahtera dan bahagia selalu untuk kita semua!

Muhadzdzier M. Salda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kia.birda.<br />
itulah mungkin orang menyebut; Cinta! nanti ceritanya akan kita sambung lagi, sampai Si Romlah Menikah dengan Samir ya. he he.<br />
nama dan kesamaan adalah fiktif belaka dalam cerita ini. Tabik.</p>
<p>Reza, terimakasih perhatiannya. benar bahwa kata-kata itu cuma ada dalam roman HAMKA yang sangat dahsyat itu. jauh tertinggal dengan kisah cinta dalam novel Ayat-ayat Cinta yang juga inspirasinya dari Tengelamnya Kapal Van Der wick (hanya persepsi saya). Dan Kutunggu JAndamu adalan jargon yang sering ditulis juga dipantat truk lintas sumatra dengan gambar perempuan sedih soerang wanita. sengaja saya tidak menyebut sumber PERMATAKU YANG HILANG, karena kata-kata itu sudah saya modif sedikit dengan menyambung kalimat KUTUNGGU JANDAMU. saya takutnya pecinta HAMKA akan marah jika saya menyebut permatak uayang Hilang , kutunggu jandamu( kutipan dari Novel HAmka) nah ini yang tak layak karena bisa saj di anggap pelecehan terhadap karya orang lain.</p>
<p>teriamaskih atas artensinya. salam sejahtera dan bahagia selalu untuk kita semua!</p>
<p>Muhadzdzier M. Salda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reza</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-13</link>
		<dc:creator>reza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 23:46:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-13</guid>
		<description>bagiku membaca cerpen ini sama juga dengan mendengarkan cerita dari si penuturnya. ini tentu saja karena kalimat-kalimat di dalamnya lugas dan singkat. namun terlepas dari itu semua, aku agak kurang setuju dengan kalimat ending cerpen ini. menurutku, kalimat yang tertera dalam tanda kutip -&quot;permataku yang hilang&quot;- itu adalah kalimat yang sama yang pernah aku baca dalam sebuah roman yang kalau tak salah berjudul tenggelamnya kapal van der wijck. dan untuk kalimat setelahnya -&quot;kutunggu jandamu&quot;-, juga sering saya baca di kaca depan atau di dinding mobil penumpang labi-labi (sudeco) di kota banda aceh. dari itu, atas penemuan dua kalimat itu, aku agak sedikit mengernyitkan dahi karenanya.  terimakasih. salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagiku membaca cerpen ini sama juga dengan mendengarkan cerita dari si penuturnya. ini tentu saja karena kalimat-kalimat di dalamnya lugas dan singkat. namun terlepas dari itu semua, aku agak kurang setuju dengan kalimat ending cerpen ini. menurutku, kalimat yang tertera dalam tanda kutip -&#8221;permataku yang hilang&#8221;- itu adalah kalimat yang sama yang pernah aku baca dalam sebuah roman yang kalau tak salah berjudul tenggelamnya kapal van der wijck. dan untuk kalimat setelahnya -&#8221;kutunggu jandamu&#8221;-, juga sering saya baca di kaca depan atau di dinding mobil penumpang labi-labi (sudeco) di kota banda aceh. dari itu, atas penemuan dua kalimat itu, aku agak sedikit mengernyitkan dahi karenanya.  terimakasih. salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kia.birda</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2009/09/17/cerpen-kutunggu-jandamu/comment-page-1#comment-12</link>
		<dc:creator>kia.birda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 23:15:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=347#comment-12</guid>
		<description>Sayang sekali si Samir.
knp tak d nikahi saja si Romlah.. kl sdh tau nurul sdh d nikahi kasem..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayang sekali si Samir.<br />
knp tak d nikahi saja si Romlah.. kl sdh tau nurul sdh d nikahi kasem..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

