Wednesday, 8 February 2012
 

Tidak Disahkan Anggaran, Pemain PSSB Rencanakan Mogok

Bireuen, Seputar Aceh – Setelah terjadi penguduran diri Manejer tim PSSB, Abu Dahlan, kini dunia sepakbola Bireuen digoncang masalah dana. Pasalnya DPRK Bireuen tidak mengesahkan anggaran untuk klub PSSB kebanggaan masyarakat penghasil keripik pisang itu.

Informasi yang diterima Seputar Aceh, Minggu (20/12), anggota DPRK Bireuen hanya mengesahkan dana untuk klub PSSB Bireuen sekitar Rp500 juta, itupun melalui dana pembinaan KONI setempat. Sementara dana pembinaan melalui KONI Bireuen bagi seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga selama tahun 2008 belum seluruhnya terealisasi kepada cabang, bahkan bantuan keberangkatan atlit banyak yang tidak jelas.

Menurut salah seorang seorang pengurus tim PSSB Bireuen, klub tersebut saat ini diambang degradasi di Divsi II akibat di WO oleh para anggota dewan dan hanya merealisasi anggaran dana yang diplot 2010 sekitar Rp500 juta melalui KONI setempat.

“Kalau ini benar kenyataanya, berarti ini adalah sebuah pembunuhan karakter bagi pemain dan PSSB Bireuen ke depan. Dan anehnya, kenapa dulu DPRK Bireuen bisa menganggarkan dana untuk tim PSSB,” katanya saraya meminta agar namanya tidak dituliskan.

Selain itu, dampak permasalah dana, 25 pemain PSSB Bireuen diisukan akan melakukan mogok bermain, meskipun Selasa (22/12), PSSB Bireuen akan menjamu tim Persipasi Bekasi pada lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Cot Gapu Bireuen.

Saat dimintai keterangan A.Yani, pelatih kiper PSSB Bireuen mengatakan,  sejak persiapan tim PSSB menjelang kompetisi, gaji pemain belum seluruhnya terlunasi selama tiga bulan. “Gaji pemain baru dibayar setengah bulan, dan sekarang timbul lagi permasalah anggaran dana ke depan,”kata Yani.

Ketua DPRK Bireuen, Ridwan Muhammad mengaku, hingga saat ini belum ada undang-undang pengesahan anggaran untuk klub profesional seperti PSSB Bireuen. Kecuali untuk dana pembinaan cabang olahraga di KONI.

“Bila diplot dana untuk anggaran PSSB, maka DPRK akan terbentur dengan UUD Nomor 24 dan hal itu sesuai dengan pembinaan cabang olahraga. Kalau ada UUD terhadap pengesahan anggaran tersebut, pihak DPRK akan tetap melakukan serta akan mengesahkan terkait anggaran untuk klub PSSB Bireuen,” kata Ridwan.

Namun ketika disinggung menganai para pemain PSSB Bireuen yang akan membaikot pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama, Ridwan mengaku itu terpulang dari pengurus tim.

Begitupun ketika ditanyai solusi kelanjutannya, ketua DPRK Bireuen, Ridwan Muhammad  mengatakan, kemungkinannya pasti ada. “Tapi dengan catatan, pihak eksekutif dan legeslatif serta pengurus dapat duduk bersama untuk memecahkan persoalan kelanjutan tim PSSB ke depan,”  usul dia. [sa-ful]

 

Komentar: 1

Beri komentar »

 
  • ilham

    kok tu emg tu nyata nya,,yaudh cri ja investor y mau bli pssb,,,dri pd kayk gn udh g jels ge puuuuuuuun,,,,,

     
     
     
  • Balas komentar
     
    Your gravatar
    Nama Anda