Dokter Anak di AS Memperkosa dan Cabuli 103 Anak

Earl Bradley (detik/AFP)
Delaware – Duh bejatnya, dokter spesialis anak di AS ditangkap karena tindak pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap ratusan bocah dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.
Rangkaian kejahatan yang dilakukan dokter pria ini bernama Earl Bradley. Kasus Bradley dianggap sebagai kasus paedofilia terburuk sepanjang sejarah AS.
Bradley didakwa memperkosa dan mencabuli 102 anak perempuan dan 1 anak laki-laki selama bertahun-tahun sejak tahun 1998. Kebanyakan korbannya adalah pasien-pasiennya di klinik anak milik Bradley di Lewes, Delaware.
Dakwaan yang dihadapi Bradley termasuk pemerkosaan tingkat pertama dan kedua, kontak seksual terlarang, eksploitasi seksual anak dan kekerasan seksual anak secara terus-menerus.
Demikian dakwaan yang disampaikan kantor Penuntut Umum Delaware seperti diberitakan surat kabar lokal, The News Journal dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/2/2010).
Menurut Penuntut Umum Delaware Beau Biden, investigasi kasus ini masih terus berlansung. Diperkirakan akan ada kasus-kasus lainnya yang terbongkar. Biden mencetuskan, kasus ini sangat unik.
“Saya tidak tahu ada kasus lain yang punya korban sebanyak ini dalam sejarah AS,” ujar Biden.
Biden telah memerintahkan investigasi atas laporan bahwa Bradley tetap diizinkan berpraktek meski sejumlah orangtua telah melaporkannya pada tahun 2005.[]
(detiknews)
Dokter spesialis anak asal AS ini didakwa melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual anak selama kurun waktu lebih dari satu dekade. Rangkaian kejahatan yang dilakukan pria bernama Earl Bradley itu dianggap sebagai kasus paedofilia terburuk sepanjang sejarah AS.
Bradley didakwa memperkosa dan mencabuli 102 anak perempuan dan 1 anak laki-laki selama bertahun-tahun sejak tahun 1998. Kebanyakan korbannya adalah pasien-pasiennya di klinik anak milik Bradley di Lewes, Delaware.
Dakwaan yang dihadapi Bradley termasuk pemerkosaan tingkat pertama dan kedua, kontak seksual terlarang, eksploitasi seksual anak dan kekerasan seksual anak secara terus-menerus.
Demikian dakwaan yang disampaikan kantor Penuntut Umum Delaware seperti diberitakan surat kabar lokal, The News Journal dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/2/2010).
Menurut Penuntut Umum Delaware Beau Biden, investigasi kasus ini masih terus berlansung. Diperkirakan akan ada kasus-kasus lainnya yang terbongkar. Biden mencetuskan, kasus ini sangat unik.
“Saya tidak tahu ada kasus lain yang punya korban sebanyak ini dalam sejarah AS,” ujar Biden.
Biden telah memerintahkan investigasi atas laporan bahwa Bradley tetap diizinkan berpraktek meski sejumlah orangtua telah melaporkannya pada tahun 2005.
(ita/iy)
Komentar