Wednesday, 8 February 2012
 

Pada Pesta Piala Dunia 2010 Spammer Juga Ikut Berpesta

Logo World Cup 2010

Jakarta – Sejarah mencatat, setiap ajang olahraga berskala besar sering kali diikuti lonjakan serangan cyber. Termasuk pada piala dunia 2010 nanti yang akan bergulir, siap-siap saja menanti serbuan ancaman dunia maya.

Menurut Paul Wood, senior analyst di Symantec Hosted Services, turnamen yang akan dihelat di Afrika Selatan itu diprediksi menarik perhatian lebih dari 1 miliar penggemar sepak bola di seluruh dunia. Tak ayal, piala dunia bakal menjadi tema untuk para penjahat cyber pada 2010.
“Serangan phishing meningkat 66 persen selama Olimpiade Beijing 2008. Fakta mengenai diletakkannya dua kabel komunikasi bawah laut di pantai Afrika Selatan bulan Juli lalu memperburuk tingkat ancaman tersebut, sejarah juga menunjukan bahwa aktivitas jahat meningkat pada suatu negara menyusul tersedianya bandwidth baru,” jelas Wood.

Symantec sendiri telah memasang sensor jaringan tambahan di Afrika Selatan dan Afrika bagian selatan untuk memonitor lalu lintas dan memberikan informasi kepada para konsumen yang mencari langkah-langkah untuk melindungi jaringan mereka dari ancaman-ancaman tambahan.

“Misalnya, dua dari empat mitra kami di Afrika telah mengirim sampel satu file jahat yang belum pernah ditemui di manapun oleh Symantec,” lanjut Wood, seperti yang diberitakan detikinet, Rabu (24/2/2010).

Dengan munculnya Piala Dunia, 3,1 juta tiket diprediksi akan terjual dan lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia akan menonton setiap pertandingan di televisi.

Banyak penggemar menggunakan internet untuk mencari tiket, akomodasi, penerbangan, dan berbagai cara untuk tetap terkoneksi ke acara olahraga paling populer itu di tahun ini, yang nilainya mencapai ratusan juta dolar.

Beragam ancaman bukan merupakan hal baru dalam dunia kejahatan cyber. Serangan yang disebut scam 419, spam dan phishing akan mendatangi para pengguna dengan menyamar dan memberikan penawaran istimewa terkait suatu event.

“Aturannya adalah, jika sesuatu terlihat sangat mustahil untuk jadi kenyataan, maka mungkin saja itu scam,” kata Gordon Love, Africa Regional Director Symantec.

“Juga, pada banyak kasus belakangan ini kejahatan cyber berusaha mencuri informasi pribadi -  rincian identitas pengguna, nomor rekening bank, password dan nomor kartu kredit,” imbuhnya.

Pengguna internet diimbau untuk berhati-hati dengan jenis scam baru. “Para penyerang bahkan berusaha sangat keras meyakinkan situs web palsu mereka atau situs yang telah ‘diracuni’ dengan program jahat muncul di tingkat teratas pada hasil pencarian. Di sisi lain, pengguna biasanya berasumsi bahwa situs-situs yang muncul pertama kali merupakan situs yang asli,” tandasnya.

(detikinet)

 

Komentar

Belum ada.
  • Balas komentar
     
    Your gravatar
    Nama Anda