Lhokseumawe – Pencabulan murid kelas empat SD di Nisam Aceh Utara babak belur dihajar massa. Pencabulan itu berawal dari keluhan gatal-gatal di pangkal paha korban akibat kudis.
Pelaku yang kini diamankan di Mapolres Lhokseumawe adalah Nurdin, 40, warga Gampong Cot Leupe, Kecamatan Nisam. Kepada penyidik, ia mengaku lima kali mencabuli Bunga (nama samaran) sejak awal hingga akhir Mei lalu. Tapi menurut korban, perbuatan terkutuk itu sudah sepuluh kali terjadi.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli melalui Kasat Reskrim AKP Bambang S, Kamis (10/6/2010), mengatakan, tersangka Nurdin ditangkap massa di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, 28 Mei lalu dan selanjutnya diserahkan ke Mapolsek Nisam.
“Terungkapnya kasus pencabulan itu berawal dari kecurigaan warga Pusong, Lhokseumawe, terhadap Nurdin dan anak SD tersebut yang kedapatan sedang berduaan di pantai pada 26 Mei menjelang tengah malam,” katanya.
Saat warga menanyakan kepada Nurdin siapa anak kecil yang bersamanya itu, dia mengaku anaknya. Tapi ketika warga menanyakan pada anak tersebut ada hubungannya dengan Nurdin, si anak mengaku abangnya.
Karena adanya jawaban berbeda, warga pun bermaksud mengamankan keduanya. Namun, tiba-tiba Nurdin kabur. Akhirnya si anak diinapkan di rumah seorang warga,” kata Bambang didampingi penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jafar.
Keesokannya, kata Bambang, warga Pusong mengantar Bunga ke rumah orang tuanya di Blang Crok, Kecamatan Nisam. Kemudian, Bunga berterus terang kepada ibunya bahwa ia sudah sepuluh kali dicabuli Nurdin.
Mengetahui hal itu, kata dia, warga Blang Crok mencari Nurdin. Akhirnya, Nurdin tertangkap di Ujong Pacu, Lhokseumawe. Ia pun tak berkutik dihajar massa.
Hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka Nurdin, lanjut Bambang, terungkap bahwa pencabulan pertama pada awal Mei lalu di rumah Bunga.
Saat itu, Nurdin tidur di rumah orang tua Bunga karena istri dan lima anaknya pulang ke rumah mertuanya. “Nurdin berteman dengan abang kandung korban. Malam itu, Nurdin tidur di kamar abang kandung korban. Kebetulan korban juga tidur di kamar itu,” kata Bambang.
Saat malam semakin larut, kata Bambang, Bunga mengeluhkan gatal-gatal di pangkal pahanya akibat kudis. Nurdin pun memanfaatkan kesempatan itu dan berpura-pura membantu menggaruk kudis Bunga.
Menurut Bambang, dugaan pencabulan tersebut diperkuat dengan hasil visum terhadap korban di salah satu rumah sakit di Lhokseumawe.(*/ha/nsy)