<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SEPUTAR ACEH.com &#187; Culture</title>
	<atom:link href="http://seputaraceh.com/culture/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seputaraceh.com</link>
	<description>Aceh selengkapnya...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 14:10:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Indonesia dan India Punya Banyak Kesamaan</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2012/02/01/indonesia-dan-india-punya-banyak-kesamaan</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2012/02/01/indonesia-dan-india-punya-banyak-kesamaan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 20:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Penduduk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6437</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Tahu tidak, bukan hanya bajay yang membuat Indonesia dan India terlihat sama? Ternyata kedua negara sahabat yang memiliki banyak kesamaan dari berbagai segi kehidupan, terutama dalam hal tantangan dan budaya. &#8220;India dan Indonesia adalah dua negara dengan populasi yang terbesar di dunia, memiliki keragaman budaya dan bahasa dan karakter penduduk. Kedua negara sama-sama mengembangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta &#8211; Tahu tidak, bukan hanya bajay yang membuat Indonesia dan India terlihat sama?</strong></p>
<p>Ternyata kedua negara sahabat yang memiliki banyak kesamaan dari berbagai segi kehidupan, terutama dalam hal tantangan dan budaya.</p>
<p>&#8220;India dan Indonesia adalah dua negara dengan populasi yang terbesar di dunia, memiliki keragaman budaya dan bahasa dan karakter penduduk. Kedua negara sama-sama mengembangkan falsafah Bhineka Tunggal Ika,&#8221; kata Duta Besar India untuk Indonesia, H.E Biren Nanda, dalam sambutannya pada acara &#8220;A Slice of India in Paramadina University&#8221;, Selasa (31/1).</p>
<p>Apa ya India juga mengenal bhineka tunggal ika?</p>
<p>Ya, kata Biren. Dia yakin, dengan kesamaan yang dimiliki antara Indonesia dan India, kedua negara tersebut bisa menghadapi tantangan bersama.</p>
<p>Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengamininya dengan mengatakan tantangan yang dihadapi kedua negara dengan populasi penduduk besar ini adalah kelaparan.</p>
<p>&#8220;Kita menghadapi tantangan yang sama, yakni masalah kelaparan. Kita bisa saling belajar bagaimana mengatasi kelaparan dengan cara yang modern,&#8221; kata Anies.</p>
<p>Anies menyebut India pernah memberi bala bantuan kepada Indonesia pada 1946 saat menghadapi masa-masa sulit usai kemerdekaan.</p>
<p>Penggunaan bahasa sanskerta dalam penulisan sejarah kuno Jawa, karakter dan cerita pewayangan, relief cani di Borobudur dan Prambanan adalah contoh-contoh lainya dari kedekatan India dan Indonesia.</p>
<p>&#8220;A Slice of India in Paramadina University&#8221; menghadirkan budaya-budaya India seperti tarian, permainan musik, masakan khas India, dan tradisi yang diperkenalkan kepada kaum muda Indonesia agar hubungan kedua negara kian erat.</p>
<p>Program ini merupakan kerjasama antara Unversitas Paramadina, Kedutaan Besar India dan Jawaharlal Nehru Indian Cultural Center (JNICC).(ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2012/02/01/indonesia-dan-india-punya-banyak-kesamaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putri Kopi Indonesia: Dongkrak Citra Kopi Tanah Air</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2012/01/31/putri-kopi-indonesia-dongkrak-citra-kopi-tanah-air</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2012/01/31/putri-kopi-indonesia-dongkrak-citra-kopi-tanah-air#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 12:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Duta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Miss Coffee Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Miss Coffee Indonesia 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Kopi Aceh 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Kopi Indonesia 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6431</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Asosiasi Duta Indonesia bekerja sama dengan berbagai institusi selenggarakan pemilihan Miss Coffee Indonesia 2012. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan citra dan ekspor kopi Indonesia di mancanegara. Ajang Miss Coffee yang baru pertama kali diadakan ini, digagas oleh Indonesia. Rencananya juga diadakan pemilihan Miss Coffee International 2012 di Bali. &#8220;Misi kegiatan ini antara lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta &#8211; Asosiasi Duta Indonesia bekerja sama dengan berbagai institusi selenggarakan pemilihan Miss Coffee Indonesia 2012. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan citra dan ekspor kopi Indonesia di mancanegara.</strong></p>
<p>Ajang Miss Coffee yang baru pertama kali diadakan ini, digagas oleh Indonesia. Rencananya juga diadakan pemilihan Miss Coffee International 2012 di Bali.</p>
<p>&#8220;Misi kegiatan ini antara lain melalui Miss Coffee, warung atau kedai kopi yang banyak terdapat di negeri ini, bisa menyediakan kopi asli Indonesia. Selain itu lebih banyak lagi masyarakat penikmat kopi yang mengonsumsi kopi asli Indonesia,&#8221; kata Kuntari Sapta Nirwindar, Ketua Penyelenggara Miss Coffee Indonesia, sore ini di Jakarta.</p>
<p>Dia menuturkan acara tersebut akan akan diikuti oleh 30 provinsi, yang tingkat konsumsi peminum kopinya tergolong besar di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Seleksinya diadakan Februari-Mei 2012. Setiap provinsi akan diwakili satu pemenang dari wilayahnya, yang sekaligus akan menjadi duta daerah. Mereka yang terpilih akan mengikuti karantina. Dan Malam Grand Final Miss Coffee Indonesia 2012 akan digelar 6 Juni,&#8221; kata Lanny Rahardi, Ketua Humas Asosiasi Duta Indonesia (ADI).</p>
<p>Pemenang Miss Coffee Indonesia 2012, ujarnya, akan ikut bertanding pada ajang Miss Coffee International, yuang diselenggakan pada Oktober di Bali. Rencananya ajang ini akan diikuti oleh 26 negara.</p>
<p>Dalam pelaksanaan event tersebut ADI bekerja sama dengan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan instansi lainnya.</p>
<p>Lannya menuturkan ajang tersebut akan memilih kaum perempuan berpenampilan menarik, yang nantinya akan menjadi juru bicara Indonesia di mata dunia tentang kopi. Syarat pesertanya adalah perempuan muda berusia 17-24 tahun, belum menikah, tinggal di Indonesia, dan mempunyai kepribadian, serta paham mengenai kopi asli Indonesia.(Bisnis Indonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2012/01/31/putri-kopi-indonesia-dongkrak-citra-kopi-tanah-air/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulama Aceh Minta Pemerintah Tutup Salon Yang Menyimpang</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2012/01/24/ulama-aceh-minta-pemerintah-tutup-salon-yang-menyimpang</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2012/01/24/ulama-aceh-minta-pemerintah-tutup-salon-yang-menyimpang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 17:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[human trafficking]]></category>
		<category><![CDATA[psk]]></category>
		<category><![CDATA[salon]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ulama aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6398</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Maraknya salon kecantikan di Aceh mendapat perhatian serius dari tokoh agama. Pasalnya, salon-salon kecantikan tersebut diduga disalahgunakan sebagai tempat maksiat. Kalangan ulama dari provinsi yang menerapkan undang-undang syariah ini pun meminta pemerintah untuk menutup rumah kecantikan alias salon yang telah menyimpang dalam pelaksanaan syariat Islam, khususnya di kota Banda Aceh. &#8220;Kami menyerukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh &#8211; Maraknya salon kecantikan di Aceh mendapat perhatian serius dari tokoh agama. Pasalnya, salon-salon kecantikan tersebut diduga disalahgunakan sebagai tempat maksiat.</strong></p>
<p>Kalangan ulama dari provinsi yang menerapkan undang-undang syariah ini pun meminta pemerintah untuk menutup rumah kecantikan alias salon yang telah menyimpang dalam pelaksanaan syariat Islam, khususnya di kota Banda Aceh.</p>
<p>&#8220;Kami menyerukan pemerintah untuk menutup salon-salon khususnya di Kota Banda Aceh, karena sudah terindikasi sebagian hanya berkedok sebagai rumah kecantikan,&#8221; kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Aly di Banda Aceh, Senin (23/1).</p>
<p>Hal itu disampaikan menanggapi adanya laporan yang menyebutkan ada pengusaha salon di kota Banda Aceh terlibat dalam perdagangan manusia (<em>human trafficking</em>).</p>
<p>Bahkan, dia menambahkan, keberadaan sebagian besar rumah kecantikan telah melanggar penerapan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) di kota Banda Aceh.</p>
<p>Artinya, usaha itu hanya berkedok salon tapi ternyata dijadikan sebagai tempat berbuat maksiat (mesum). Bahkan, telah dilaporkan salah satu salon di kota Banda Aceh menjadikan wanita belasan tahun sebagai budak nafsu (pekerja seks komersial).</p>
<p>&#8220;Jadi, lebih banyak mudharatnya daripada manfaat adanya salon-salon tersebut, tidak hanya sebagai lokasi maksiat tapi juga telah meracuni anak-anak untuk berbuat jahat,&#8221; kata Faisal.</p>
<p>Terkait dengan keterlibatan pemilik salon dalam kasus perdagangan manusia yakni dua anak tersebut dijadikan sebagai wanita penghibur (PSK), ia meminta aparat kepolisian untuk mengungkap jaringan, terutama indikasi adanya dalang di Kota Banda Aceh itu.</p>
<p>&#8220;Kami minta aparat kepolisian untuk menelusuri tokoh intelektual dibalik perdagangan anak yang telah dipekerjakan di salon di Kota Banda Aceh tersebut,&#8221; kata dia menambahkan.</p>
<p>Bahkan, ia meminta para pelaku yang terlibat dalam kasus perdagangan manusia itu untuk dihukum rajam.</p>
<p>&#8220;Pelaku itu sudah tidak berperikemanusian dengan menjual anak-anak dibawah umur untuk dijadikan pemuas nafsu. Kelakuan tersangka itu pantas dihukum rajam sampai mati,&#8221; kata Faisal Aly.(rol)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2012/01/24/ulama-aceh-minta-pemerintah-tutup-salon-yang-menyimpang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Aceh UI &#8216;Saweu Gampong&#8217;</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2012/01/18/mahasiswa-aceh-ui-saweu-gampong</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2012/01/18/mahasiswa-aceh-ui-saweu-gampong#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 20:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Aceh UI]]></category>
		<category><![CDATA[Saman UI]]></category>
		<category><![CDATA[Saman UI Saweu Gampong 2012]]></category>
		<category><![CDATA[SSG 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6360</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Saman UI (Silaturrahmi Mahasiswa Nanggröe Aceh Darussalam Universitas Indonesia) yang merupakan paguyuban mahasiswa Aceh di UI kembali mengadakan kegiatan SSG (Saman UI Saweu Gampöng) pada tanggal 16-28 Januari 2012 di berbagai kota dan kabupaten di Aceh. Paguyuban yang sudah berdiri sejak 8 tahun lalu ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh &#8211; Saman UI (Silaturrahmi Mahasiswa Nanggröe Aceh Darussalam Universitas Indonesia) yang merupakan paguyuban mahasiswa Aceh di UI kembali mengadakan kegiatan SSG (Saman UI Saweu Gampöng) pada tanggal 16-28 Januari 2012 di berbagai kota dan kabupaten di Aceh.</strong></p>
<p>Paguyuban yang sudah berdiri sejak 8 tahun lalu ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun untuk pulang kampung halaman, sebagai bentuk oleh-oleh dari kampus UI, mahasiswa asal Aceh dari UI ini menyelenggarakan berbagai rangkaian acara seperti Try Out (TO) Akbar, road show ke sekolah-sekolah, lomba debat bahasa inggris dan lomba fotografi serta seminar motivasi.</p>
<p>&#8220;Acara-acara tersebut diadakan guna menambah wawasan, mengasah kreativitas dan semangat berkompetisi para pelajar SMA/MA di Aceh, juga mempersiapakan mereka untuk menuju jenjang universitas serta memberikan informasi mengenai dunia perkuliahan khususnya di UI,&#8221; seperti dikutip dari <em>news release</em> yang kami terima beberapa hari lalu.</p>
<p>Untuk TO Akbar misalnya, panitia juga menyebutkan acara dilaksanakan pada tanggal 22 Januari di kampus Politeknik Banda Aceh. Bagi peserta juga bisa melakukan pembelian tiket langsung di toko Rumah Buku, Jambo Tape dengan harga Rp20.000. Namun, karena acara ini ditujukan untuk seluruh pelajar Aceh, panitia menyediakan tiket TO online di laman Saman UI, <em><a href="www.ssg12.samanui.com" target="_blank">www.ssg12.samanui.com</a></em> dimana para pelajar tidak perlu datang untuk membeli tiket ke Banda Aceh, tetapi hanya datang ketika pelaksanaan TO.</p>
<p>Selain itu, lomba debat bahasa inggris tingkat SMA se-Banda Aceh dan Aceh Besar yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Januari juga diadakan di kampus Politeknik Banda Aceh.</p>
<p>Sedangkan untuk seminar motivasi akan berlangsung di Aula Balai Kota Banda Aceh pada hari Sabtu (28 Januari) dengan pembicara Hijrah Saputra, Duta Wisata Agam-Inong Provinsi NAD 2008 dan Ina Fauziana Syah, Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh yang juga seorang Aktivis Muslim Aid Indonesia. Seminar tersebut tidak hanya ditujukan untuk pelajar sekolah menengah namun juga mahasiswa.</p>
<p>Billy Dentiala Irvan, mahasiswa Teknik Sipil UI selaku <em>Project Officer</em> SSG 2012 juga menyebutkan sejak 16 Januari-04 Febuari mereka akan mengunjungi sekolah-sekolah tingkat SMA di berbagai kota dan kabupaten di Aceh seperti di kota Banda Aceh, Sigli, Bireuen, Lhokseumawe, Takengon, dan Langsa.</p>
<p>&#8220;Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai dunia perkuliahan khususnya di UI dimana para pelajar dapat bertanya atau berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa-mahasiswi UI,&#8221; ujar Billy dalam realeasenya.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2012/01/18/mahasiswa-aceh-ui-saweu-gampong/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Bantu Punker ke Ideologi Yang Benar</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2011/12/24/mari-bantu-punker-ke-ideologi-yang-benar</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2011/12/24/mari-bantu-punker-ke-ideologi-yang-benar#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 02:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ademin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Feature Seputar Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Ideologi Punk]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Punk]]></category>
		<category><![CDATA[Punker]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6313</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah kiriman dari mantan punker, tidak ada penyuntingan yang merubah makna dari maksud dan isi tulisan artikel ini. (Redaksi) Saya punker (maaf, lebih jelasnya mantan punker), orang yang dulunya pernah mengunyah beberapa ideologi yang mengagung-agungkan kebebasan, teritorial, dan kesepahaman. Saya merasa bersalah karena telah ambil bagian dalam menanamkan prinsip yang keliru kepada sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><em>Tulisan ini adalah kiriman dari mantan punker, tidak ada penyuntingan yang merubah makna dari maksud dan isi tulisan artikel ini. (Redaksi)</em></p>
<p><strong>Saya punker (maaf, lebih jelasnya mantan punker), orang yang dulunya pernah mengunyah beberapa ideologi yang mengagung-agungkan kebebasan, teritorial, dan kesepahaman. Saya merasa bersalah karena telah ambil bagian dalam menanamkan prinsip yang keliru kepada sebagian teman-teman lama (punker) saya dulu.</strong></p>
<p>Dalam tata Negara, berpolitik adalah salah satu cara untuk menggerakkan pemerintah, pemerintahan digerakkan untuk mengatur setiap personal yang hidup dalam lingkup aturan. Layaknya politik demokrasi, punker meng-klaim dirinya memiliki aturan politik dengan mengusungkan kebebasan. Tapi sayangnya, sebagian besar dari mereka belum memahami ideologi punk sebenarnya dan juga penafsiran kebebasan yang keliru. Artinya, kesadaran ideologi tergolong “ikut-ikutan”.</p>
<p>Kebebasan tidak harus menghilangkan jati diri sebagai manusia yang memiliki kodrat, kebebabasan tidak harus dengan cara westernisasi yang menginjak aturan dan adat lokal.</p>
<p>Aceh adalah provinsi yang kental akan adat budaya dan agama, serta memiliki penerus yang akan menjaga kearifannya. Kebebasannya tidak harus berpenampilan nyentrik (khususnya tattoo) dalam mengekspresikan dirinya, bukannya melarang individu untuk melakukan itu, tapi ini lebih ke bagaimana caranya kita menghormati adat lokal dan menjauhi unsur propaganda. Sedikit banyak itu akan mempengaruhi pemuda yang seharusnya mereka sadar bahwa mereka adalah penerus peradaban. Bersosial tidak harus menjadi seorang punker, berbuat baik tidak harus dinaungi dengan ideologi punk. Karena apa? baca paragraf dibawah!</p>
<p>Ideologi punk terlahir dari kalangan <em>agnostic</em>/ateis Inggris yang menganggap manusia hanyalah kumpulan dari organik hidup yang bekerja sampai organ-organ tersebut mati, hanya itu dan tidak lebih. Apakah teman-teman lama masih percaya pemikiran tak memiliki arah tersebut?. Ketahuilah, Inggris adalah lumbung/sumbernya illuminati dan sejenisnya. Ideologi punk di doktrin <em>occultism</em> oleh para satanisme yang mengalir dari darah kaum manson ke kalangan muda melalui musik dan gaya hidup.</p>
<p>Cara berpakaian, <em>piercing</em>, tattoo, model rambut, dan aksesoris lainnya menunjukkan perwujudan propaganda (pagan) dengan dalil “demi kebebasan”, mereka terus mengaung “kami bukan kriminal, kami tidak bersalah”. Bentuk propaganda yang teman-teman lama agungkan hanya dapat merusak peradaban dunia, khususnya Aceh.</p>
<p>Jangan bandingkan ideologi demokrasi dengan ideologi punk, karena punker pasti banyak sejuta cara untuk menilai kesalahan ideologi demokrasi. Karena kedua ideologi itu adalah buatan manusia, tidak akan mampu menyaingi kebesaran Allah. Jangan biarkan western membodohi teman-teman lama, jangan biarkan teman-teman lama berani menantang masa depan teman-teman lama sendiri dan penerus, serta ambil bagian dari kehancuran generasi Islam dan peradaban dunia.</p>
<p>Saya muslim, dan berprinsip seperti seorang muslim, saya bukan orang yang taat, tapi saya tidak ingin ingkar bahwa ideologi saya adalah Alquran-Hadist yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Masihkah saya memilih ideologi yang lain? Masihkah kita malu dengan ideologi yang sempurna? Haruskah kita mengikuti ideologi yang berasal dari <em>western</em>?</p>
<p>Intinya, apakah ideologi Islam belum sepurna bagi teman-teman lama? Coba beritahu saya apa yang tidak ada di Islam. Dan mampukah ideologi punk &#8211;bahkan jika ditambahkan dengan ideologi demokrasi sekalipun&#8211; menyaingi ideologi Islam?</p>
<p>Artikel ini saya khususkan untuk penganut ideologi punk yang beragama Islam. Karena saya ingin mengajak teman-teman lama untuk kembali memahami apa itu ideologi punk. Artikel ini janganlah menjadikan senjata untuk menjatuh, namun jadikan ini sebagai salah satu pembuka wawasan tentang ideologi punk. Mereka adalah saudara kita yang sedang berada dalam posisi cara pandang yang salah, dan mereka tidak perlu diberlakukan dengan tidak wajar, mereka saudara kita yang wajib kita bantu. Banyak punker-punker yang sudah sadar bahwa ideologi yang mereka anut adalah keliru dan mereka kebanyakan masuk ke pondok-pondok pasantren untuk belajar hidup yang sebenarnya. <em>Wassalam</em></p>
<p><em>*Malia (nama samaran) penulis menetap di Aceh dan kini sedang mengenyam pendidikan di salah satu Institusi. Tulisan ini berjudul asli “Mana Ideologi Punk Yang Kalian Agungkan Itu”.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2011/12/24/mari-bantu-punker-ke-ideologi-yang-benar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arkeolog: Rakyat Aceh Junjung Tinggi Keberagaman</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2011/11/26/arkeolog-rakyat-aceh-junjung-tinggi-keberagaman</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2011/11/26/arkeolog-rakyat-aceh-junjung-tinggi-keberagaman#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 10:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ademin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeolog]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Serambi Mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6255</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Arkeolog Dedi Satria mengungkapkan rakyat Aceh sangat menjunjung tinggi nilai keberagaman, sehingga rasa toleransi berjalan sangat baik di bumi &#8220;Serambi Mekkah&#8221; ini. &#8220;Salah satu bukti bahwa rakyat Aceh menjunjung tinggi nilai keberagaman adalah adanya sejumlah tempat yang diberikan nama sesuai dengan penghuni yang menetap di sana,&#8221; kata alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh &#8211; Arkeolog Dedi Satria mengungkapkan rakyat Aceh sangat menjunjung tinggi nilai keberagaman, sehingga rasa toleransi berjalan sangat baik di bumi &#8220;Serambi Mekkah&#8221; ini.</strong></p>
<p>&#8220;Salah satu bukti bahwa rakyat Aceh menjunjung tinggi nilai keberagaman adalah adanya sejumlah tempat yang diberikan nama sesuai dengan penghuni yang menetap di sana,&#8221; kata alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini dalam diskusi &#8220;Toleransi keberagaman untuk perdamaian&#8221; di Banda Aceh, Sabtu.</p>
<p>Ia mencontohkan, Kampung Jawa, Kampung Pande, Peunayong, Emperum, Bitai menjadi contoh kecil bahwa nilai keberagaman ini dijunjung tinggi oleh rakyat Aceh.</p>
<p>Bila ini tetap dijalankan maka rasa kedamaian dalam kehidupan masyarakat Aceh akan tertanam, lanjut Dedi Satria.</p>
<p>&#8220;Hal itu juga telah dipraktekkan oleh Sultan Iskandar Muda dalam memerintah Aceh,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Ia menyebutkan, peninggalan lain yang menjadi bukti bahwa rakyat Aceh memiliki sifat keberagaman adalah pada bukit Lamreh, Kabupaten Aceh Besar.</p>
<p>Sebenarnya, bahan-bahan yang menunjukan bahwa Aceh sangat menjujung tinggi keberagaman sangat kompleks, tuturnya.</p>
<p>&#8220;Beberapa alat peninggalan sejarah di sana, sekitar 1000 tahun lalu, rakyat Aceh hidup berdampingan dengan sejumlah warga negara luar seperti Persia, Cina dan Arab,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga berharap, rasa keberagaman ini bisa dipelihara oleh rakyat Aceh sehingga kenyamanan dan toleransi akan terjaga.</p>
<p>Selain itu, perwakilan mahasiswa di Aceh, Abdullah Hakimi menyatakan bahwa kesamaan Aceh dan Malaysia terlihat pada budaya.</p>
<p>Antara budaya melayu dan Aceh tidak berbeda sehingga memudahkan kami untuk beradaptasi dengan masyarakat Aceh, kata dia.</p>
<p>&#8220;Contoh lainnya adalah di Aceh terdapat kampung Pande sedangkan di Malaysia adanya kampung Aceh sehingga ini memperjelas bahwa rakyat Aceh sangat menjunjung tinggi keberagaman,&#8221; demikian Abdullah Hakimi.(ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2011/11/26/arkeolog-rakyat-aceh-junjung-tinggi-keberagaman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koleksi Buku-buku Aceh di Jerman</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2011/11/26/koleksi-buku-buku-aceh-di-jerman</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2011/11/26/koleksi-buku-buku-aceh-di-jerman#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 00:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ademin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Literature Collection Initiatives]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Referensi Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6247</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Saiful Akmal Sekitar 200-an buku kontemporer tentang Aceh, kini mulai bisa diakses di Pustaka Jurusan Asia Tenggara, Faculty of Language, Culture, Civilization and Art Studies, Institute for Orientalism and Philologie, Johan Wolfgang von Goethe University of Frankfurt, Jerman. Buku tersebut diterima langsung oleh Director, Interdisciplinary Centre of East Asian Studies Prof Dr Arndt Graf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Saiful Akmal</strong></p>
<p><em><strong>Sekitar 200-an buku kontemporer tentang Aceh, kini mulai bisa diakses di Pustaka Jurusan Asia Tenggara, Faculty of Language, Culture, Civilization and Art Studies, Institute for Orientalism and Philologie, Johan Wolfgang von Goethe University of Frankfurt, Jerman. Buku tersebut diterima langsung oleh Director, Interdisciplinary Centre of East Asian Studies Prof Dr Arndt Graf di kantornya.</strong></em></p>
<p>Program pengadaan buku-buku tersebut bermula pada tahun lalu ketika penulis sedang berdiskusi tentang Aceh paska konflik dengan Prof Graf yang bisa berbahasa Indonesia dan Melayu itu. Kemudian, kampus menyepakati alokasi dana untuk membeli buku tentang Aceh khususnya di bidang bahasa, budaya, media dan politik kontemporer, karena itu adalah sektor-sektor disiplin ilmu yang menjadi fokus di Frankfurt.</p>
<p>Proyek pengadaan buku yang diberi nama &#8216;Aceh Literature Collection Initiatives&#8217; itu kemudian mendapat apresiasi dan sambutan pula dari sejumlah penerbit, kampus dan lembaga riset lokal di Aceh dengan memberikan donasi literatur terbaik yang mereka miliki. Mereka adalah Aceh Institute Press, Bandar Publishing, Ar-Raniry Press, LKAS, Majalah Potret, Kata Hati Institute Press, dan beberapa donasi personal lainnya seperti dari T Zulkhairi Yunidar, dan M Nasir Djamil.</p>
<p>Prof Graf yang setahun lalu merilis dan mengedit buku dalam volume berjudul Aceh, History, Politic and Culture (2010) bersama Prof Susanne Schroeter dan Edwin Wieringa terbitan Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) yang bermarkas di Singapura tersebut juga berterimakasih banyak kepada para donatur baik lembaga, Organisasi maupun individu.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-RqU1xSyMD88/TsuhLqzeIjI/AAAAAAAAB2Q/Fr4TvmEwQGk/s400/ffm_01.jpg" alt="Kampus di Jerman" width="320" height="213" /><p class="wp-caption-text">Johan Wolfgang von Goethe University of Frankfurt, Jerman</p></div>
<p>Menurutnya kebangkitan penerbitan di Aceh adalah sangat positif untuk kekayaan akademik intelektual sekaligus sebagai wacana penggugah kepada dunia luar. Sekarang cerita dan wacana tentang Aceh, tidak lagi sepenuhnya didominasi oleh mayoritas orang luar, seperti ketika masa-masa sebelum konflik. Narasi tentang Aceh sekarang ditulis, didominasi dan diwacanakan sendiri oleh orang-orang Aceh.</p>
<p>Sejumlah literatur Aceh kontemporer yang kini bisa dibaca di Pustaka Universitas Franfurt antara lain Rangkeum dan Jurnal Seumikee Aceh Institute di Jerman, Jurnal LKAS, Aceh di Mata Orang Sunda dan Tasawuf Aceh karya Bandar Publishing, Ensiklopedi Ulama Aceh terbitan IAN Ar-Raniry Press, Merangkai Damai Aceh punyanya Kata Hati Institute, ataupun Majalah Potret sebagai media perempuan Aceh disebuah ruang nyaman nan hening di ibukota ekonomi Uni Eropa tersebut.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa sumbangan literatur ini akan sangat berarti bagi Universitas Frankfurt yang sedang mengembangkan fokus dan sayapnya di kajian Asia Timur Jauh, termasuk studi regional Asia Tenggara, di mana Aceh dan Indonesia adalah salah satu bagian penting dari studi lintas disiplin tersebut.</p>
<p><em>*Adalah Mahasiswa Program Doktoral Universitas Frankfurt melaporkan dari Frankfurt, Jerman.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2011/11/26/koleksi-buku-buku-aceh-di-jerman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarian Saman Masuk 80 Nominasi UNESCO</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2011/11/22/tarian-saman-masuk-80-nominasi-unesco</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2011/11/22/tarian-saman-masuk-80-nominasi-unesco#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 08:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ademin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Tarian Saman]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6220</guid>
		<description><![CDATA[Bali &#8211; Tarian tradisional khas Aceh Tari Saman masuk dalam 80 nominasi yang ada dalam daftar Warisan Budaya Takbenda, UNESCO, pada sidang sesi ke-6 Komite Antarpemerintah untuk Melindungi Warisan Budaya Takbenda (Convention for The Safeguarding of The Intangible Culture Heritage) yang akan dibuka di Nusa Dua Bali, Selasa (22/11) malam. Tari khas Tanah Rencong itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bali &#8211; Tarian tradisional khas Aceh Tari Saman masuk dalam 80 nominasi yang ada dalam daftar Warisan Budaya Takbenda, UNESCO, pada sidang sesi ke-6 Komite Antarpemerintah untuk Melindungi Warisan Budaya Takbenda (Convention for The Safeguarding of The Intangible Culture Heritage) yang akan dibuka di Nusa Dua Bali, Selasa (22/11) malam.</strong></p>
<p>Tari khas Tanah Rencong itu akan menjadi materi pertimbangan sehingga dinilai dapat mengangkat martabat Indonesia di kancah internasional.</p>
<p>Selain Tari Saman, ada Fado dari Portugal dan musik Mariachi dari Mexico. Keduanya juga akan menjadi materi pertimbangan dari tiap-tiap delegasi untuk dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya Takbenda tersebut.</p>
<p>Sementara tiga negara, yaitu Mali, Burkina Faso, dan Pantai Gading akan menghadirkan nominasi multinasional. Yakni, praktik budaya dan ekspresi yang berkaitan dengan alat musik Balafon milik masyarakat Senufo.<strong>(mi)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2011/11/22/tarian-saman-masuk-80-nominasi-unesco/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Swadesisasi Aceh Ala Ghandi</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2011/09/29/swadesisasi-aceh-ala-ghandi</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2011/09/29/swadesisasi-aceh-ala-ghandi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 13:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ademin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6206</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Azmi Abubakar Sebagai seorang nasionalis, Mahatma Gandhi pernah menyerukan kepada bangsanya untuk kembali pada budaya asal India dengan memakai bahan-bahan buatan negeri sendiri. Ajaran Mahatma Gandhi ini dikenal dengan istilah swadesi. Seruan Gandhi dalam ajarannya ini bukan tanpa alasan, mengingat masa itu India sedang terlenanya bergumul dengan produk budaya luar. Lebih-lebih setelah kedatangan Inggris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Azmi Abubakar</strong></p>
<p>Sebagai seorang nasionalis, Mahatma Gandhi pernah menyerukan kepada bangsanya untuk kembali pada budaya asal India dengan memakai bahan-bahan buatan negeri sendiri. Ajaran Mahatma Gandhi ini dikenal dengan istilah swadesi.</p>
<p>Seruan Gandhi dalam ajarannya ini bukan tanpa alasan, mengingat masa itu India sedang terlenanya bergumul dengan produk budaya luar. Lebih-lebih setelah kedatangan Inggris yang merengut segala budaya murni India.</p>
<p>Literatur sejarah menulis bahwa pada tahun 1600, Inggris mendirikan EIC (East India Company) untuk mematahkan perdagangan monopoli rempah-rempah yang dilakukan oleh Belanda. Hegemoni Inggris ke India ini menyebabkan India semakin kehilangan segala kekayaan budaya, dimana orisinalitas budaya masa itu semakin terkikis.</p>
<p>Masyarakat tak mampu membendung segala jenis budaya baru Inggris yang masuk menggairahkan. Apalagi politik adu domba sesama raja-raja India yang berhasil dirancang oleh Inggris telah menjadikan India lupa untuk memelihara budayanya. Pasca perang India 1857 terhadap Inggris, secara perlahan gerakan-gerakan berbau nasionalisme India telah menunjukkan taringnya. Gerakan ini dikomandoi oleh orang-orang India berpendidikan seperti Mahatma Gandhi sebagaimana penulis sebutkan.</p>
<p><strong>Swadesi dalam Aceh Post Modern</strong></p>
<p>Hari ini Aceh sebagai sebuah bangsa justru semakin berlari jauh dari warisan budaya indatu. <em>Ureung</em> Aceh secara terus menerus dan tanpa disadarinya mengambil identitas budaya luar yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan Aceh, sebagaimana yang disebut oleh Hasanuddin Yusuf Adan dalam bukunya &#8220;Aceh dan Inisiatif NKRI&#8221;, 2011.</p>
<p>Contoh nyata yang bisa kita lihat hari ini adalah pengikisan dan penghilangan indentitas keacehan lewat media, baik itu media televisi maupun media cetak. Bisa kita katakan media pertelevisian Indonesia belum mampu merangkul semangat ke-Indonesia-an yang terdiri dari beragam budaya bangsa seperti budaya Kalimantan, Papua, Maluku dan lain sebagainya.</p>
<p>Sebaliknya budaya Jawa-lah secara terus menerus kental bermain disini melalui setiap gaya berbahasa dan busana. Sehingga Aceh yang mempunyai budaya sendiri akhirnya harus menelan mentah-mentah setiap penjajahan budaya yang dilakukan. Dimana semua gaya hidup mulai dari anak kecil sampai muda sudah berkiblat dengan apa yang berbau barat ala ibu kota.</p>
<p>Sebagian media cetak di Aceh hari ini juga tak bisa melawan budaya-budaya luar nan liar yang sama sekali sangat bertolak belakang dengan budaya luhur Aceh.</p>
<p>Semangat ke-Islaman di Aceh yang telah menjadi warisan budaya indatu sama sekali tak kita temukan. Sebagian media cetak di Aceh hari ini asyik saja menjual postur-postur tubuh wanita untuk dinikmati oleh generasi muda Aceh. Bukan tak mungkin hal ini akan berdampak kepada semakin berkurangnya semangat ke-Islaman yang dimiliki <em>ureung </em>Aceh.</p>
<p>Padahal kalau merujuk kembali kepada Mahatma Gandhi dengan ajaran swadesinya, kita akan diperlihatkan bagaimana gigihnya sang nasionalis legendaris itu mengajak bangsa India untuk kembali kepada budaya asal. Menariknya hal itu terjadi dalam masa-masa perlawanan India kepada Inggris.</p>
<p>Kekhawatiran Gandhi akan nasib India dengan hegemoni budaya barat itu patut kita apresiasi. Terbukti Swadesi Gandhi berjalan baik di India. Kita mendapati India hari ini tetap saja berkutat mempertahankan budaya aslinya walaupun disana-sini masih ada pengaruh barat yang tak bisa kita tampikkan.</p>
<p>Semangat mulia Gandhi dengan ajaran swadesinya adalah laku yang baik untuk dicontohi. Gandhi sendiri telah membuktikan keteguhannya untuk mempertahankan budaya bangsanya dalam busana berpakaian tradsional India <em>&#8220;hatta&#8221;</em> ke luar negeri sekalipun. Semangatnya yang lain ditunjukkan manakala Gandhi dipenjara, ia menenun sendiri pakaian tradisional India.</p>
<p>Akhirnya swadesisasi perlu kita wujudkan di Aceh dengan maksud untuk memulihkan kembali budaya-budaya Aceh yang telah mengakar kuat sejak masa indatu. Indentitas ke-Acehan dengan Islamnya perlu kita kuatkan kembali.</p>
<p>Dimana upaya kejalan itu tak cukup dengan seremonial beberapa jam saja atau kegiatan sosialisasi beberapa hari saja. Namun perlu kerja keras dan dukungan, serta kesadaran lebih mendalam dari seluruh <em>ureung</em> Aceh. Pencanangan <em>beut </em>(mengaji) Maghrib dari pemerintah Aceh satu dari sekian banyak upaya untuk menuju swadesisasi Aceh ala Gandhi.</p>
<p>Semoga ini menjadi modal awal untuk terus membangkitkan kembali budaya keacehan warisan indatu.</p>
<p><strong><em>Penulis adalah peminat masalah budaya dan sejarah Aceh, Mahasiswa Al-Azhar Cairo dan Aktivis World Achehnese Association (WAA)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2011/09/29/swadesisasi-aceh-ala-ghandi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istana &#8220;Merdeka&#8221; Malaysia Gelar Open House</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2011/08/31/istana-merdeka-malaysia-gelar-open-house</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2011/08/31/istana-merdeka-malaysia-gelar-open-house#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 17:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ademin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Open House]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6165</guid>
		<description><![CDATA[Kuala Lumpur &#8211; Raja Yang Dipertuan Agung , Tuanku Mizan Zainal Abidin beserta istri menggelar open house di Istana Negara pada hari, Selasa (30/8) kemarin. Sesi open house untuk pejabat dihadiri oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak dan istrinya Datin Seri Rosmah Mansor, Wakil Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan istrinya Puan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kuala Lumpur &#8211; Raja Yang Dipertuan Agung , Tuanku Mizan Zainal Abidin beserta istri menggelar open house di Istana Negara pada hari, Selasa (30/8) kemarin.<br />
</strong><br />
Sesi open house untuk pejabat dihadiri oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak dan istrinya Datin Seri Rosmah Mansor, Wakil Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan istrinya Puan Sri Noorainee Abdul Rahman serta menteri kabinet dan diplomat asing.</p>
<p>Diantara 500 tamu yang menghadiri acara tersebut, turut hadir pula Mantan perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan istrinya,  serta Tun Dr Siti Hasmah Mohamed Ali.</p>
<p>Setelah open house untuk pejabat, Istana kembali terbuka untuk umum.</p>
<p>Kedudukan Tuanku Mizan Zainal Abidin sebagai Raja Yang Dipertuan Agung, dikabarkan berakhir pada Desember 2011. <strong>[pelita]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2011/08/31/istana-merdeka-malaysia-gelar-open-house/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

