<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SEPUTAR ACEH.com</title>
	<atom:link href="http://seputaraceh.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seputaraceh.com</link>
	<description>Aceh selengkapnya...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 12:21:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PMI Aceh Kirim Bantuan ke Sinabung</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/09/02/pmi-aceh-kirim-bantuan-ke-sinabung</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/09/02/pmi-aceh-kirim-bantuan-ke-sinabung#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 12:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5698</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh, Seputar Aceh &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh bantuan logistik untuk korban bencana letusan Gunung Sinabung yang terjadi di Sumatera Utara 28 ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh, Seputar Aceh</strong> &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh bantuan logistik untuk korban bencana letusan Gunung Sinabung yang terjadi di Sumatera Utara 28 Agustus lalu.Bantuan akan dikirimkan Kamis (2/9) dari Markas PMI Aceh, Ajun Jeumpeut, Aceh Besar melalui jalur darat dan akan didistribusikan melalui PMI Sumut.</p>
<p>Asep Iwan Sugiana, Kepala Markas PMI Aceh mengatakan, bantuan tersebut adalah stok bantuan emergency PMI Aceh yang akan diberangkatkan sore ini bersama enam truk dan akan didistribusikan melalui PMI Sumut.</p>
<p>“Bantuan yang akan dikirimkan berupa 1000 kotak Hygiene Kit, 2000 selimut, 6000 masker, 1000 tikar dan 500 tarpauline,” terangnya.</p>
<p>Asep menambahkan, jumlah ini merupakan kebutuhan masyarakat setempat yang telah didata oleh PMI Sumut untuk dibagikan ke lokasi pengungsian dan masyarakat sekitarnya.</p>
<p>Sementara itu, Pengurus PMI Aceh, Tanthawi Ishak mengharapkan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk korban bencana “Kami berharap bantuan ini dapat berguna untuk korban letusan gunung yang berada dilokasi pengungsian yang berada di Kabanjahe, Berastagi dan sekitarnya.”</p>
<p>Ia juga menghimbau bagi masyarakat Aceh yang ingin membantu korban bencana dapat menyalurkan melalui PMI Aceh karena diinformasikan dari posko PMI di lokasi pengungsian bahwa korban masih membutuhkan bantuan dari semua pihak. <strong>[sa-bna]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/09/02/pmi-aceh-kirim-bantuan-ke-sinabung/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasangan Mesum Diamankan Warga</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/09/02/pasangan-mesum-diamankan-warga</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/09/02/pasangan-mesum-diamankan-warga#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 07:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Takengon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5695</guid>
		<description><![CDATA[Takengon &#8211; Dua  pasang nonmuhrim diamankan warga karena berpesta minuman keras di rumah  toke kerbau berinisial Zul di Kampung Kayu Kul, Kecamatan Pegasing, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Takengon &#8211; Dua  pasang nonmuhrim diamankan warga karena berpesta minuman keras di rumah  toke kerbau berinisial Zul di Kampung Kayu Kul, Kecamatan Pegasing,  Aceh Tengah, Rabu (1/9/2010) dini hari.</strong></p>
<p>Pelaku  lelaki, yakni F, 25, warga setempat, Suk, 30, warga Kampung Jamad,  Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Sedangkan pelaku wanita MS, 23, warga  Pondok Baru dan SM, 22, warga Kampung Rusip, Kecamatan Rusip, Aceh  Tengah.</p>
<p>Warga setempat  menyebutkan pasangan mesum itu datang ke rumah tersebut menggunakan  mobil abu-abu. Rumah toke kerbau itu dalam kondisi kosong. Pelaku  membongkar pintu belakang menggunakan linggis.</p>
<p>Warga  yang curiga akhirnya melabrak rumah tersebut. Semula pelaku berkilah  tidak membawa perempuan. Perang mulut tak terelakkan. Bahwa seorang  wartawan kena amuk pelaku berinisial F menyebabkan luka di lehernya.</p>
<p>Kepala  Kampung Kayu Kul Ramlan menegaskan keempat pelaku telah melanggar  syariat Islam. Oleh karena melanggar qanun, maka perlu adanya  kesepakatan Sara Opat Kampung.</p>
<p>Masalah mesum dan hamar di wilayah Kampung Kayu Kul ini jangan diberitakan sebelum adanya  kesepakatan dan hasil musyawarah kampung, pinta sang kepala desa  tersebut.(*/ha/cal)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/09/02/pasangan-mesum-diamankan-warga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang  Kerja Bupati Dilempar Batu</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/09/01/ruang-kerja-bupati-dilempar-batu</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/09/01/ruang-kerja-bupati-dilempar-batu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 08:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Takengon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5691</guid>
		<description><![CDATA[Takengon &#8211; Ruang kerja  Bupati Aceh Tengah dilemparai batu oleh massa yang kecewa tak mendapat  bantuan untuk lebaran, Selasa (31/8/2010).
Peristiwa  itu bermula ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Takengon &#8211; Ruang kerja  Bupati Aceh Tengah dilemparai batu oleh massa yang kecewa tak mendapat  bantuan untuk lebaran, Selasa (31/8/2010).</strong></p>
<p>Peristiwa  itu bermula ketika masyarakat mendengar ada bantuan yang diberikan oleh  Pemkab Aceh Tengah terhadap masyarakat untuk menghadapi hari raya idul  fitri 1431 H. Sekitar 3000 warga Aceh Tengah yang didominasi kaum perempunan  mendatangi kantor Bupati mempertanyakan bantuan itu.</p>
<p>Tapi karena  tak ada bantuan yang diharapkan, ribuan warga tersebut mengamuk dengan  melempari kaca ruang kerja kantor Bupati. Polisi  yang dipimpin Kapolres  Aceh Tengah, AKBP Edwin Rahmat Adikusumo yang bersiaga berjaga jaga  melihat ibu-ibumelempari kaca ruang bupati dengan terpaksa melepaskan  tembakan peringatan ke udara mengunakan pistol dan senjata otomatis  guna membubarkan massa yang emosi dan bersikap anarkis.</p>
<p>Polisi sempat  mengamankan seorang warga yang diduga provokator yang menambah panas  suasana. Salah seorang warga yang mendatangi kantor Bupati Aceh Tengah,  Suhada, warga Kecamatan Jagong mengatakan, tanggal Senin (30/8) ada  pembagian uang  Rp150 ribu dan sehelai kain sarung yang dibagikan di  Pendopo Bupati Aceh Tengah, Jalan Lebe Kader, Takengon.</p>
<p>Informasi  tersebut terus berkembang kepada masyarakat dengan syarat membawakan  foto copy KTP akan mendapatkan bantuan tersebut sehingga ribuan warga  mendatangi pendopo setempat, setiba di pendopo ribuan warga tersebut  disuruh pergi ke kantor Bupati</p>
<p>Hal yang  sama disampaikan Nur Hasanah , warga Kemili Kecamatan Bebesen. Menurut  Nur Hasanah, bantuan dari bupati sudah diberikan sejak beberapa hari  lalu. “Ada yang sudah menerima bantuan Rp400 ribu dan Rp300 ribu.  Mendengar hal  tersebut, saya juga berusaha mendapatkan bantuan serupa  karena syaratnya hanya KTP. Tapi ternyata tidak diberikan,” kata Nur  Hasanah.</p>
<p>Bupati Aceh  Tengah Ir H Nasiruddin MM, yang menemui massa dengan penjagaan ketat  polisi mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan informasi  kepada masyarakat akan adanya bantuan. Namun penjelasan bupati tidak  didengar massa yang terus berteriak meminta direalisasikan bantuan tersebut.</p>
<p>Kapolres  Aceh Tengah, AKBP Edwin Rahmat Adikusumo mengatakan, melihat massa yang  terus semakin banyak dan situasi memanas dan mulai melempar batu, polisi  mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Sampai sore kemarin, sebagian  masyarakat ada yang enggan pulang. Alasannya, karena menggunakan uang  orang lain sebagai ongkos untuk menuju ke kantor bupati, namun setiba  di kantore bupati bantuan yang diharapkan tidak ada.(*/ha/cza)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/09/01/ruang-kerja-bupati-dilempar-batu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arus Mudik Diperkirakan Padat H-2 Lebaran</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/09/01/arus-mudik-diperkirakan-padat-h-2-lebaran</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/09/01/arus-mudik-diperkirakan-padat-h-2-lebaran#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 22:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5688</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Arus mudik Idul Fitri 1431 Hijriyah  dari Banda Aceh ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh diperkirakan  mulai padat pada H-2 ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh &#8211; Arus mudik Idul Fitri 1431 Hijriyah  dari Banda Aceh ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh diperkirakan  mulai padat pada H-2 lebaran. </strong></p>
<p>&#8220;Kami perkirakan arus mudik puncaknya dua atau sehari menjelang  lebaran. Selama puasa (1 hingga 21 Ramadhan), jumlah penumpang tidak  memenuhi target atau paling ada dua atau tiga orang/hari per-trip,&#8221;  kata seorang sopir bis jenis L-300 Syaiful di Banda Aceh, Selasa (31/8/2010).</p>
<p>Syaiful, sopir angkutan umum jurusan Banda Aceh-Bireuen menyatakan minimnya  penumpang pada bulan puasa itu dikeluhkan para sopir angkutan umum yang  beroperasi wilayah ini.</p>
<p>&#8220;Mau bagaimana lagi, sudah pekerjaan kami sebagai sopir. Jadi apa  pun keadaanya harus diterima dengan lapang dada. Hingga saat ini, rasanya  untuk membeli pakaian baru anak-anak yang merayakan lebaran belum tersedia  karena tidak ada uang,&#8221; kata dia menjelaskan.</p>
<p>Bahkan, tambahnya, beberapa mobil angkutan umum jenis L-300 yang selama  ini melayani warga ke berbagai jurusan di Aceh terpaksa &#8220;menggudangkan&#8221;  armadanya karena tidak ada penumpang.</p>
<p>Minimnya penumpang tersebut diperkirakan sebagian besar warga menggunakan  kendaraan pribadinya untuk mudik ke kampung halaman mereka masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menyiapkan sepeda motor untuk mudik ke kampung, karena  selain situasi keamanan yang sudah kondusif juga lebih santai sambil  menikmati suasana puasa di sepanjang perjalanan,&#8221; kata Wahidin  yang mengaku akan mudik ke Aceh Tamiang pada H-2 Lebaran Idul Fitri.</p>
<p>Sementara itu, petugas loket bus Grup Kurnia, T Marwan menyebutkan sekitar  1.000 tiket sudah dibooking oleh para pemudik ke berbagai kota dan kabupaten  di Aceh.</p>
<p>&#8220;Kendati tiket dibooking sudah mencapai 1.000 lembar, namun kami  perkirakan jumlah pemudik lebaran 2010 itu lebih sedikit dibanding hari  raya sebelumnya,&#8221; kata dia.(*/ha/ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/09/01/arus-mudik-diperkirakan-padat-h-2-lebaran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Pengendara RX King Rampok Kasir Suzuya</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/08/31/dua-pengendara-rx-king-rampok-kasir-suzuya</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/08/31/dua-pengendara-rx-king-rampok-kasir-suzuya#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 07:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5685</guid>
		<description><![CDATA[Lhokseumawe &#8211; Kejahatan dengan berbagai modus  operandi semakin ‘menggila’ menjelang hari raya Idul Fitri 1431  Hijriah. Di Lhokseumawe, tas milik   Sahartini, 24, karyawati ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lhokseumawe &#8211; Kejahatan dengan berbagai modus  operandi semakin ‘menggila’ menjelang hari raya Idul Fitri 1431  Hijriah. Di Lhokseumawe, tas milik   Sahartini, 24, karyawati Suzuya yang  bertugas sebagai kasir, dirampas oleh dua pria pengendara sepeda motor  RX King. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang pulang kerja, Senin  (30/8/2010) sekitar pukul 00.30 WIB dinihari. </strong></p>
<p>Informasi yang dihimpun, menyebutkan, Sahartini yang tengah meluncur dengan sepeda motornya  dari tempat dia bekerja, Suzuya Lhokseumawe, menuju ke rumahnya di Asrama  Militer 1 Kodim 0103 Aceh Utara di Lhokseumawe, tiba-tiba ditempel oleh  dua pria saat korban melintas di Jalan Samudra. “Selepas habis kerja  mau pulang ke rumah, saya dijemput teman saya, Dedi, dengan sepmor Shogun.  Saat lagi jalan, tepatnya di depan Masjid Jamik, tas saya dirampas oleh  dua pemuda yang mengendarai RX King,” kata Sahartini, kemarin.</p>
<p>Sahartini mengaku langsung  histeris beteriak ‘ada rampok&#8230; ada rampok&#8230;’. Sekonyong-konyong,  dua pria tak dikenal itu tancap gas. Menurut Sahartini, tasnya yang  dijambret dua pria tak dikenal itu berisi Kartu Tanda Penduduk (KTP),  kartu ATM CNB Niaga, kartu Jamsostek, satu unit handphone Cina, satu  unit handphone daun merek Nokia, dompet berisikan uang Rp70 ribu, sebuah  kacamata, dan lima kunci supermarket Suzuya.</p>
<p>Rekan Sahartini, Dedy,30, menambahkan,  aksi perampasan tas oleh dua pria tersebut berlangsung sangat cepat,  sehingga pihaknya tidak mampu menangkap semua ciri-ciri pelaku maupun  sepmornya. Yang terlihat sekilas, katanya, hanya RX King dengan tangkinya  warna hitam tanpa plat atau nomor kendaraan dan tanpa lampu belakang.</p>
<p>“Pelaku yang mengemudi sepmor  mengguna topi putih, kaos putih, badan kurus, kulit hitam, tingginya  sekitar 170 cm. Pelaku satu lagi memakai jaket lee abu abu, kaos dalam  hitam, berkulit hitam, badan kekar, rambut ikal, dan tingginya juga  diperkirakan 170 cm. Mereka lari ke arah Jalan Malikussaleh, lalu menghilang,”  kata Dedy.</p>
<p>Menurut Dedy, hingga Senin  siang kemarin HP Sahartini yang dirampas pelaku masih aktif. Korban  dengan pelaku bahwa saling berkomunikasi melalui pesan singkat SMS untuk  mengetahui keberadaan pelaku. “Seusai kejadian, kami datang ke Polsek  Banda Sakti untuk melapor, tapi petugas setempat mengarahkan kami untuk  melapor ke Polres Lhokseumawe. Karena sedang panik, tadi pagi kami terlebih  dahulu memblokir ATM,” kata Sahartini diamini Dedy.</p>
<p>Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh  Santoso, kemarin, mengatakan, pihaknya telah meningkatkan pengamanan  di wilayah kota dan sekitarnya. “Terutama patroli pada malam hari,  pemantauan pusat pembelanjaan, dan lokasi keramaian masyarakat pada  sore hari. Wilayah yang dianggap rawan sudah dipetakan, pengamanan terus  kita tingkatkan,” kata Santoso.</p>
<p>Untuk terus mendukung peningkatan  pengamanan, kata Kapolres Santoso, pihaknya akan menggelar pasukan pada  Kamis 2 September 2010, sekaligus penempatan pos personil di sejumlah  lokasi. Ia berharap masyarakat mewaspadai segala kemungkinan buruk terjadinya  tindak kejahatan jenis apapun.(*/ha/nsy)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/08/31/dua-pengendara-rx-king-rampok-kasir-suzuya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hibah ADB Rp70 Miliar, Tim Pemerintah Aceh Bahas Teknis Pengelolaan</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/08/31/hibah-adb-rp70-miliar-tim-pemerintah-aceh-bahas-teknis-pengelolaan</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/08/31/hibah-adb-rp70-miliar-tim-pemerintah-aceh-bahas-teknis-pengelolaan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 07:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5683</guid>
		<description><![CDATA[Lhokseumawe &#8211; Wakil Gubernur Aceh Muhammad  Nazar menyatakan tim Pemerintah Aceh mulai membahas teknis pengelolaan  dana hibah bantuan tsunami dari Asian Development Bank ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lhokseumawe &#8211; Wakil Gubernur Aceh Muhammad  Nazar menyatakan tim Pemerintah Aceh mulai membahas teknis pengelolaan  dana hibah bantuan tsunami dari Asian Development Bank (ADB) senilai  hampir Rp70 miliar. Meski nilainya tidak terlalu besar tapi dana itu  bermanfaat bagi masyarakat menengah ke bawah.</strong></p>
<p>“Minggu lalu, kita sudah  mengirim tim dari Pemerintah Aceh, ada kepala Biro Ekonomi, kepala Bappeda,  dll., untuk membicarakan teknis (pengelolaan dana itu). Mungkin dalam  pembicaraan terakhir nanti saya sendiri yang akan memimpin tim tersebut,  sehingga akan clear secara tuntas. Sambil mengonfirmasi beberapa RPP  yang lain dari dia (Kementrian Keuangan-red),” kata Wagub Nazar kepada  Harian Aceh seusai buka puasa berama di Masjid Istiqamah PT Arun, Lhokseumawe,  Minggu (29/8/2010). RPP ialah Rancangan Peraturan Pemerintah.</p>
<p>Menurut Nazar, awalnya dana  hibah yang diperuntukkan untuk Aceh dan kemudian dibentuk dalam satu  program microfinance, jumlahnya sekitar US$ 8,5 juta, di mana waktu  itu dikelola oleh Penanaman Nasional Madani (PNM) yang merupakan BUMN  di bawah Kemenkeu. “Mereka memang telah melaksanakan tugas, tetapi  yang tersalur hanya sebagian kecil dengan berbagai hambatan dan kendala,”  kata Nazar.</p>
<p>Oleh karena itu, lanjut Nazar,  untuk mempercepat pelayanan, mendekatkan pelayanan dengan masyarakat,  serta untuk menjamin supaya peruntukan dana itu benar-benar untuk Aceh,  maka dirinya selaku wagub Aceh menyurati Menkeu hingga tujuh kali sejak  tiga bulan lalu.  Hasilnya sekarang, kata dia, secara prinsip Kemenkeu  telah menyetujui dana hibah itu dikelola oleh Aceh dengan fund manager  Bank BPD Aceh.</p>
<p>“Walaupun sedikit, tapi dana  itu bermakna bagi masyarakat menengah ke bawah, ekonomi kecil.  Makanya  pada saat itu saya meminta dana tersebut dapat dikelola oleh Aceh dengan  fund managernya BPD Aceh. Kemudian nanti baru disalurkan ke BPR, baru  ke UKM, individu-individu, dan LKM-LKM. Jumlahnya sisanya sekarang kira-kira  US$ 7,1 juta atau  hampir Rp70 miliar,” katanya.(*/ha/nsy)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/08/31/hibah-adb-rp70-miliar-tim-pemerintah-aceh-bahas-teknis-pengelolaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepasang Kekasih Digelandang ke Meunasah</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/08/31/sepasang-kekasih-digelandang-ke-meunasah</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/08/31/sepasang-kekasih-digelandang-ke-meunasah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 07:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5681</guid>
		<description><![CDATA[Jambo Aye &#8211; MSY, 30, warga Desa Ulee Matang,  Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara digiring warga Desa Samakurok, Kecamatan  Tanah Jambo Aye, Jumat (27/8/2010) ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jambo Aye &#8211; MSY, 30, warga Desa Ulee Matang,  Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara digiring warga Desa Samakurok, Kecamatan  Tanah Jambo Aye, Jumat (27/8/2010) sekira pukul 21.00 WIB, karena kedapatan  sedang berkhlawat dengan PTW, 27, mahasiswi asal desa setempat. Keduanya  kedapatan bermesraan di saat warga sedang menunaikan shalat tarawih.</strong></p>
<p>Menurut informasi yang dihimpun, Senin (30/8/2010), pelaku sempat diamuk massa, karena menyangkal  perbuatan khalwatnya. Namun, kasus itu akhirnya dapat diselesaikan karena  si lelaki yang berstatus pegawai kantor Camat Seunuddon bersedia menikahi  kekasihnya usai lebaran Idul Fitri 1431 Hijriyah.</p>
<p>Seorang warga Desa Samakurok  menyebutkan, keduanya memang sudah lebih dari dua tahun menjalin hubungan  asmara. Selama itu pula, MSY sering bertandang ke rumah PTW. Bahkan,  pegawai yang disebut-sebut sebagai Kasi Pajak Bumi dan Bangunan itu  sering pula menjemput pacarnya untuk kencan di luar rumah. Aparat desa  setempat juga mengakui sudah berulang kali menegur pasangan non muhrim  itu.</p>
<p>Geuchik Samakurok, T Hamdani  mengatakan, rumah Ptw hanya terpaut sekitar 200 meter dari meunasah.  Secara kebetulan, pada malam itu, sekira pukul 18.30 WIB, ada warga  yang melihat MSY bertandang ke rumah PTW. Informasi itu diteruskan kepada  warga desa lainnya yang langsung datang ke lokasi dan menggerebek keduanya.</p>
<p>“Saat ditangkap, keduanya  memang hanya duduk berduaan di ruang tamu. Namun, tetap saja itu melanggar  syariat,” nilai geuchik.</p>
<p>“Seusai salat tarawih, keluarga  dari kedua belah pihak kita pertemukan di meunasah dan setelah berembuk,  MSY sepakat menandatangani surat perjanjian yang menyatakan ia siap  menikahi PTW, paling lambat setelah lebaran. MSY juga diwajibkan membayar  denda 20 potong kain sarung untuk disumbangkan kepada anak yatim,”  tandas Hamdani.</p>
<p>Tgk Amiruddin, Komandan Wilayatul  Hisbah (WH) Pos Timur Aceh Utara yang dikonfirmasi terpisah membenarkan  adanya kasus tersebut. “Karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan,  dan yang laki-laki sudah setuju menikahi pasangannya, kasus itu tidak  kami tangani lebih lanjut. Kami hanya mencatat identitas mareka saja,”  kata dia.(*/ha/zfl)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/08/31/sepasang-kekasih-digelandang-ke-meunasah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tadarus Al Quran</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/08/31/tadarus-al-quran</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/08/31/tadarus-al-quran#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 07:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5676</guid>
		<description><![CDATA[
Selama bulan Ramadhan Ari, 11, tadarus  Al-Quran setiap sore setelah Asar hingga menjelang berbuka puasa di musallah gampong Jamur Uluh, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2010/08/tadarus_seputaraceh.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-5675" title="Tadarus" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2010/08/tadarus_seputaraceh.jpg" alt="" width="450" height="330" /></a></p>
<p>Selama bulan Ramadhan Ari, 11, tadarus  Al-Quran setiap sore setelah Asar hingga menjelang berbuka puasa di musallah gampong Jamur Uluh, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah. Saat malam tadarus Al-Quran kebanyakan orang dewasa. (Foto Kartini)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/08/31/tadarus-al-quran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keterpurukan Ekonomi Sangat Dirasakan Warga Pidie</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/08/31/keterpurukan-ekonomi-sangat-dirasakan-warga-pidie</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/08/31/keterpurukan-ekonomi-sangat-dirasakan-warga-pidie#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 07:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5672</guid>
		<description><![CDATA[Sigli &#8211; Keterpurukan ekonomi di kabupaten  Pidie sangat dirasakan oleh sejumlah warga masyarakat mulai dari tingkat  Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga buruh kasar. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sigli &#8211; Keterpurukan ekonomi di kabupaten  Pidie sangat dirasakan oleh sejumlah warga masyarakat mulai dari tingkat  Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga buruh kasar. Akibatnya timbul dekadensi  moral dikalangan masyarakat karena faktor kelaparan. </strong></p>
<p>Meski kondisi itu semakin luas,  namun belum ada langkah-langkah konkrit untuk mencari jalan keluar dari  pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab. Ini terbukti banyaknya  muncul pengemis di persimpangan lampu merah dan gelandangan di pusat  kota. Bahkan ada pengemis yang memboyong seluruh anaknya hingga bayi  untuk ikut jemur diri di terik matahari hanya menarik kasihan pengguna  jalan.</p>
<p>Pemandangan ini, samakin jelas  telihat dalam tahun ini. Para penjual makanan buka puasa di kota Sigli  dan sejumlah pasar tradisional, mengaku  terpaksa harus gulung tikar mesti baru jualan seminggu. “Tiap hari  kami harus nombok untuk beli bahan baku kue, karena sepi pembeli,”  ujar Kak Nong, penjual makanan buka puasa di Alun-alun kota Sigli.</p>
<p>Pendapat senada juga disampaikan  Irfan, salah seorang penjual pakaian jadi. Omzet tahun ini, katanya,  turun drastis jika dibandingkan tahun lalu, padahal sudah hari ke-19  puasa, tapi minat pembeli masih kurang. “Dalam satu hari hanya laku  2 hingga tiga potong saja, tentunya jangankan untuk lebih untuk sewa  tempatnya satu hari saja tidak cukup,” ujar Irfan yang mengaku mau  tidak mau tetap sabar dan terus menjalankan kerjaannya.</p>
<p>Sedangkan, Marzuki, salah seorang  PNS golongan 2 terpaksa harus bekerja keras untuk mendapatkan pendapatan  agar bisa membelikan kebutuhan hari raya bagi keluarganya. Dia terpaksa  harus bekerja sebagai Ojek. “Gaji saya sudah dipotong karena alasan  saya sudah terlanjur diberikan rapel dua tahun lalu. Ya kami terpaksa  kembalikan rapel yang seharusnya hak kami. Mungkin pemerintah kurang  dana untuk kebutuhan lainnya, ya hak kami pun dipotong dengan alasan  melanggar aturan,” terang Marzuki, seorang PNS yang juga tukang ojek.(*/ha/ari)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/08/31/keterpurukan-ekonomi-sangat-dirasakan-warga-pidie/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>‘Kiamat Sudah Dekat, 69 Tahun Lagi’</title>
		<link>http://seputaraceh.com/2010/08/31/%e2%80%98kiamat-sudah-dekat-69-tahun-lagi%e2%80%99</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/2010/08/31/%e2%80%98kiamat-sudah-dekat-69-tahun-lagi%e2%80%99#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 06:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=5670</guid>
		<description><![CDATA[Ulim &#8211; ‘Kiamat sudah dekat, 69 tahun  lagi’, begitu intisari ceramah ramadhan yang disampaikan Tgk Mustafa  Tangse,Pidie, saat acara peringatan Nuzulul Qur’an yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ulim &#8211; ‘Kiamat sudah dekat, 69 tahun  lagi’, begitu intisari ceramah ramadhan yang disampaikan Tgk Mustafa  Tangse,Pidie, saat acara peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar Pemerintah  Kabubaten (Pemkab) Pidie Jaya, Sabtu (29/8)malam di Mesjid Raya Ulim.</strong></p>
<p>Dijelaskannya, soal kiamat sudah  69 tahun lagi itu merujuk pada salah satu risalah ketika Rasulullah  (Nabi Muhammad SAW) berhijrah ke Madinah. Suatu ketika di Madinah, cerita  Tgk Mustafa, para sahabat bertanya kepadanya, ‘berapa lama ya Rasulullah  umur dunia ini sampai tibanya  kiamat?’. Ditanya demikian, Rasulullah  menjawab, ‘satu hari setengah hari akhirat’.</p>
<p>“Jika kita pedomani salah satu  risalah yang sempat ditanyai sahabat Rasulullah ketika ia sudah berhijrah  ke Madinah, bila kita bandingkan hitungan hari dunia dan akhirat, satu  hari akirat adalah seribu tahun hari dunia, dengan asumsi perhitungan  tahun yang kita gunakan adalah tahun Hijriah, maka jika saat ini adalah  1431 H, kita kurangi 1500, maka hasilnya sama dengan 69 tahun lagi,”  jelas Tgk Mustafa.</p>
<p>Tgk Mustafa kemudian mengajak  kaum muslimin dan muslimat untuk  meningkatkan ketaqwaan kepada Alaah  dengan cara merbanyak ibadah terutama pada bulan suci ramadhan.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Pidie Jaya,  H.M.Gade Salam, dalam sambutannya juga mengajak/menghimbau seluruh pemimpin  baik yang ada di kecamatan maupun di Gampong-gampong untuk dapat menghidupkan  jamaah Shalat. ”Kepada seluruh pemimpin baik yang berada di Kecamatan  maupun Mukim dan Gampong-gampong, mari membuat seruan-seruan kepada  seluruh lapisan masyarakat untuk terus memakmurkan jamaah shalat di  Meunasah-Meunasah/Mesjid-mesjid terutama di bulan suci ramadhan,”  harap Gade Salam yang mengaku prihatin ketika mendengar kabar terhadap  jamaah Shalat yang selama ini semakin merosot di Kabupaten yang dipimpinnya  itu.(*/ha/cam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/2010/08/31/%e2%80%98kiamat-sudah-dekat-69-tahun-lagi%e2%80%99/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
