<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seputar Aceh &#187; Foto</title>
	<atom:link href="http://seputaraceh.com/foto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seputaraceh.com</link>
	<description>1 click to aceh explorer</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 00:21:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Gempa Aceh Dalam Gambar</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/7177/2012/04/14/gempa-aceh-dalam-gambar</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/7177/2012/04/14/gempa-aceh-dalam-gambar#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 18:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Gempa 11 April 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa 11 April 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Nanggroe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=7177</guid>
		<description><![CDATA[Itulah beberapa foto kepanikan warga di Aceh setelah diguncang gempa berkekuatan 8.9 SR, Rabu (11/4) sore yang berpusat di Pulau Simeulue. Tidak hanya daerah-daerah tetangga seperti Medan dan Padang, efek gempa tersebut juga dirasakan negera-negara tentangga seperti Thailand, India, dan sekitarnya. (Sumber foto BBC News World/AP/AFP/Reuters)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7163" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59598466_quakewomenhuggingafp.jpg"><img class="wp-image-7163  " title="_59598466_quakewomenhuggingafp" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59598466_quakewomenhuggingafp.jpg" alt=" An earthquake which struck under the sea off Indonesia's northern Aceh province with a magnitude of 8.6 prompted people to rush out in to the streets and away from buildings. " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Beberapa pegawai kantoran menyelamatkan diri dari gempa 8,6 SR ke luar bangunan, Banda Aceh</p>
</div>
<div id="attachment_7162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59598468_quaketraffic.jpg"><img class=" wp-image-7162  " title="quake traffic on street" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59598468_quaketraffic.jpg" alt="Fearing a tsunami, people made efforts to reach higher ground. The quake was followed by strong aftershocks.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Warga Banda Aceh berupaya untuk mencari tempat-tempat yang lebih tinggi, setelah disusul gempa susulan.</p>
</div>
<div id="attachment_7165" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604570_014485057-1.jpg"><img class=" wp-image-7165  " title="_59604570_014485057-1" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604570_014485057-1.jpg" alt="Despite the panic caused by the earthquake and subsequent aftershocks, there have been no immediate reports of serious damage or casualties.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Kemacetan pun terjadi diberbagai ruas jalan sesaat setelah gempa berlangsung, Banda Aceh</p>
</div>
<div id="attachment_7164" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604574_014485026-1.jpg"><img class=" wp-image-7164 " title="_59604574_014485026-1" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604574_014485026-1.jpg" alt="The region is regularly hit by earthquakes. The Indian Ocean tsunami of 2004, which killed more than 170,000 people in Indonesia, remains firmly lodged in the country's collective consciousness.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Warga berhamburan ke luar rumah dan jalan-jalan menghindari bangunan, Banda Aceh</p>
</div>
<div id="attachment_7166" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604185_014485166-1.jpg"><img class=" wp-image-7166  " title="_59604185_014485166-1" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604185_014485166-1.jpg" alt="The Pacific Tsunami Warning Center later cancelled its tsunami warning, which was issued to countries along the rim of the Indian Ocean, from Australia, to India and Africa.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Gempa di Aceh tidak hanya dirasakan oleh berbagai negara, peringatan tsunami pun sempat membuat warga belahan negara lain panik.</p>
</div>
<div id="attachment_7168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604193_014485291-1.jpg"><img class=" wp-image-7168  " title="_59604193_014485291-1" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604193_014485291-1.jpg" alt="In the southern Indian city of Chennai, patients were evacuated from hospitals.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Di kota Chennai, India bagian selatan pasien rumah sakit diungsikan ke luar bangunan</p>
</div>
<div id="attachment_7167" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604572_014485303-2.jpg"><img class=" wp-image-7167  " title="_59604572_014485303-2" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59604572_014485303-2.jpg" alt="Beaches in the coastal city were ordered to evacuate and cordoned off.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Warga-warga di sekitar pesisir kota India juga dihimbau untuk meninggalkan tepi pantai</p>
</div>
<div id="attachment_7169" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59598179_014484651-1.jpg"><img class=" wp-image-7169  " title="_59598179_014484651-1" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/59598179_014484651-1.jpg" alt="Tremors were felt as far away as Thailand. Here, a police officer in Hat Yai district of Songkhla province, southern Thailand, guides traffic in front of a crowd of residents and workers who were evacuated from nearby buildings.  " width="455" /></a>
<p class="wp-caption-text">Salah satu polisi di Hat Yai, provinsi Songkhla, selatan Thailand juga ikut mengatur lalu lintas pasca gempa di Aceh.</p>
</div>
<p><em>Itulah beberapa foto kepanikan warga di Aceh setelah diguncang gempa berkekuatan 8.9 SR, Rabu (11/4) sore yang berpusat di Pulau Simeulue. Tidak hanya daerah-daerah tetangga seperti Medan dan Padang, efek gempa tersebut juga dirasakan negera-negara tentangga seperti Thailand, India, dan sekitarnya. (Sumber foto BBC News World/AP/AFP/Reuters)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/7177/2012/04/14/gempa-aceh-dalam-gambar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potret Pemilukada Aceh 9 April 2012</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 10:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Pencobolan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Pilkada Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilukada Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Count Pilkada Aceh Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=7119</guid>
		<description><![CDATA[Pemilihan Gubernur Aceh dan 17 kepala daerah di kabupaten/kota digelar serentak di seluruh wilayah Aceh. Pemilukada Aceh tepatnya digelar hari, Senin (9/4) dengan pengamanan ekstra ketat di berbagai wilayah seluruh Aceh. Sekitar 3.244.680 orang pemilih akan memilih satu dari lima calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu dua calon independen Tgk Ahmad Tajuddin dan Teuku Suriansyah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pemilihan Gubernur Aceh dan 17 kepala daerah di kabupaten/kota digelar serentak di seluruh wilayah Aceh. Pemilukada Aceh tepatnya digelar hari, Senin (9/4) dengan pengamanan ekstra ketat di berbagai wilayah seluruh Aceh.</strong></p>
<p>Sekitar 3.244.680 orang pemilih akan memilih satu dari lima calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu dua calon independen Tgk Ahmad Tajuddin dan Teuku Suriansyah serta pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan.</p>
<p>Tiga pasangan lainnya yang didukung partai politik yaitu Darni M Daud dan Ahmad Fauzi, Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah yang didukung Demokrat dan PPP, dan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang mendapat dukungan dari Partai Aceh.</p>
<p>Penyelenggaraan pemilihan umum kali ini juga masih dibayang-bayangi kekerasan yang masih mengintai di Aceh.</p>
<p>Seperti yang dilaporkan Sri Lestari, situasi keamanan dan suhu politik jelang pemilu kepala daerah terasa meningkat.</p>
<p>Sejumlah insiden yang terekam di antaranya adalah perkelahian antar pendukung kandidat, pembakaran kendaraan tim sukses, dan penembakan Ketua DPR Kota Lhoksumawe.</p>
<p>Kepolisian daerah Aceh, menyebutkan ada 37 kasus pidana selama proses pilkada. Dengan suhu politik yang meningkat, polisi menyatakan memperketat keamanan.</p>
<p>Juru bicara Polda Aceh Gustav Leo mengatakan untuk mencegah dan mengatisipasi pengamanan selama pemungutan suara akan diperketat, terutama di daerah rawan.</p>
<p>&#8220;Sejumlah daerah yang dianggap rawan antara lain, Bireun, Pidie Aceh Timur, Aceh Utara,&#8221; kata Gustav.</p>
<p>Tetapi kepolisian menyebutkan situasi keamanan menjelang pilkada aman dan konflik tidak meluas ke masyarakat, hanya terjadi dintara pendukung kandidat</p>
<p>Meski demikian, Kepolisian menerjunkan 7.930 personil dan ditambah TNI 1.749 orang, untuk menjaga kemanan di 9.786 tempat pemungutan suara. (okezone/bbcindonesia)</p>
<p><em>Beginilah potret hari pencoblosan Pemilukada Aceh seperti yang dikutip dari BBC Indonesia</em></p>
<p><a href='http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/pilkada_aceh_election_april_2012_976x549_1_nocredit' title='Pilkada_aceh_election_april_2012_976x549_1_nocredit'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/Pilkada_aceh_election_april_2012_976x549_1_nocredit1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pilkada_aceh_election_april_2012_976x549_1_nocredit" title="Pilkada_aceh_election_april_2012_976x549_1_nocredit" /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/pilkada_aceh_election_april_2012_irwandi_jusuf_976x549_1_nocredit' title='Pilkada_aceh_election_april_2012_irwandi_jusuf_976x549_1_nocredit'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/Pilkada_aceh_election_april_2012_irwandi_jusuf_976x549_1_nocredit1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pilkada_aceh_election_april_2012_irwandi_jusuf_976x549_1_nocredit" title="Pilkada_aceh_election_april_2012_irwandi_jusuf_976x549_1_nocredit" /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/pilkada_aceh_election_april_upacara_2012_976x549_1_nocredit' title='Pilkada_aceh_election_april_upacara_2012_976x549_1_nocredit'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/Pilkada_aceh_election_april_upacara_2012_976x549_1_nocredit1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pilkada_aceh_election_april_upacara_2012_976x549_1_nocredit" title="Pilkada_aceh_election_april_upacara_2012_976x549_1_nocredit" /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/pilkada_aceh_election_april_jagatps_2012_976x549_1_nocredit' title='Pilkada_aceh_election_april_jagatps_2012_976x549_1_nocredit'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/Pilkada_aceh_election_april_jagatps_2012_976x549_1_nocredit1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pilkada_aceh_election_april_jagatps_2012_976x549_1_nocredit" title="Pilkada_aceh_election_april_jagatps_2012_976x549_1_nocredit" /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/pilkada_aceh_election_april_bendera_2012_976x549_1_nocredit' title='Pilkada_aceh_election_april_bendera_2012_976x549_1_nocredit'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/Pilkada_aceh_election_april_bendera_2012_976x549_1_nocredit1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pilkada_aceh_election_april_bendera_2012_976x549_1_nocredit" title="Pilkada_aceh_election_april_bendera_2012_976x549_1_nocredit" /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/pilkada_aceh_election_day_april_kotak_2012_976x549_1_nocredit' title='Pilkada_aceh_election_day_april_kotak_2012_976x549_1_nocredit'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/04/Pilkada_aceh_election_day_april_kotak_2012_976x549_1_nocredit1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pilkada_aceh_election_day_april_kotak_2012_976x549_1_nocredit" title="Pilkada_aceh_election_day_april_kotak_2012_976x549_1_nocredit" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/7119/2012/04/09/potret-pemilukada-aceh-9-april-2012/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Pesona Pulau Weh</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 08:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Wisata Sabang]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Weh Sabang]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Pulau Weh]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6958</guid>
		<description><![CDATA[Sabang &#8211; Pulau Weh yang terletak di Provinsi Aceh merupakan pulau dengan memiliki seluas 156,3 km persegi yang terkenal dengan keindahan pantai dan pemandangan bawah lautnya. Di pulau tersebut pula terdapat hutan lindung &#8216;Murung Ujung&#8217; di mana di dalamnya berdiri Tugu Titik Nol dan dihuni sejumlah satwa seperti monyet, babi hutan dan berbagai jenis burung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabang &#8211; Pulau Weh yang terletak di Provinsi Aceh merupakan pulau dengan memiliki seluas 156,3 km persegi yang terkenal dengan keindahan pantai dan pemandangan bawah lautnya. Di pulau tersebut pula terdapat hutan lindung &#8216;Murung Ujung&#8217; di mana di dalamnya berdiri Tugu Titik Nol dan dihuni sejumlah satwa seperti monyet, babi hutan dan berbagai jenis burung.</strong></p>
<p>Inilah beberapa foto yang diadabadikan oleh Fanny Octavianus, wartawan dari LKBN ANTARA untuk.</p>
<p><a href='http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/monyet-penghuni-hutan-lindung-murung-ujung-di-pulau-weh-provinsi-nanggroe-aceh-darussalam-kamis-283' title='Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3).'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-pulau-weh61-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." title="Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/wisatawan-bersantai-di-pantai-gapang-pulau-weh-provinsi-nanggroe-aceh-darussalam-kamis-283' title='Wisatawan bersantai di pantai Gapang, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3).'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-pulau-weh31-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Wisatawan bersantai di pantai Gapang, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." title="Wisatawan bersantai di pantai Gapang, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/monyet-penghuni-hutan-lindung-murung-ujung-di-pulau-weh-provinsi-nanggroe-aceh-darussalam-kamis-283-2' title='Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3).'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-pulau-weh41-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." title="Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/monyet-penghuni-hutan-lindung-murung-ujung-di-pulau-weh-provinsi-nanggroe-aceh-darussalam-kamis-283-3' title='Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3).'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-pulau-weh21-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." title="Monyet penghuni hutan lindung &quot;Murung Ujung&#039; di Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/wisatawan-mengelilingi-pulau-rubiah-yang-terletak-di-seberang-pantai-iboih-pulau-weh-provinsi-nanggroe-aceh-darussalam-kamis-283' title='Wisatawan mengelilingi Pulau Rubiah yang terletak di seberang pantai Iboih, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3).'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-pulau-weh51-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Wisatawan mengelilingi Pulau Rubiah yang terletak di seberang pantai Iboih, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." title="Wisatawan mengelilingi Pulau Rubiah yang terletak di seberang pantai Iboih, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." /></a><br />
<a href='http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/seorang-anak-digandeng-orang-tuanya-di-dermaga-pantai-iboih-pulau-weh-provinsi-nanggroe-aceh-darussalam-kamis-283' title='Seorang anak digandeng orang tuanya di dermaga pantai Iboih, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3).'><img width="150" height="150" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-pulau-weh1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Seorang anak digandeng orang tuanya di dermaga pantai Iboih, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." title="Seorang anak digandeng orang tuanya di dermaga pantai Iboih, Pulau Weh, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (28/3)." /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6958/2012/03/31/mengintip-pesona-pulau-weh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Fotografer Indonesia Juarai Lomba Foto Internasional</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6916/2012/03/29/3-fotografer-indonesia-juarai-lomba-foto-internasional</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6916/2012/03/29/3-fotografer-indonesia-juarai-lomba-foto-internasional#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 02:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Dubai]]></category>
		<category><![CDATA[Hamdan International Photography Award (HIPA)]]></category>
		<category><![CDATA[Love of the Earth]]></category>
		<category><![CDATA[The General Pivot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6916</guid>
		<description><![CDATA[Dubai &#8211; Tiga fotografer Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang pertama dan kedua di antara 16 pemenang lomba foto internasional Penghargaan Putra Mahkota Dubai, “Hamdan International Photography Award (HIPA)”. Kategori para pemenang dibagi menjadi ”Love of the Earth”, ”The General Pivot”, dan ”Dubai”. Sebanyak 4.046 peserta dari 99 negara, termasuk 19 negara-negara Arab, mengikuti kegiatan lomba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/kjri-dubai.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-6917" title="kjri-dubai" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/kjri-dubai-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Dubai &#8211; Tiga fotografer Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang pertama dan kedua di antara 16 pemenang lomba foto internasional Penghargaan Putra Mahkota Dubai, “Hamdan International Photography Award (HIPA)”. Kategori para pemenang dibagi menjadi ”Love of the Earth”, ”The General Pivot”, dan ”Dubai”. Sebanyak 4.046 peserta dari 99 negara, termasuk 19 negara-negara Arab, mengikuti kegiatan lomba foto ini.</strong></p>
<p>Acara penyerahan piala dilakukan langsung oleh Sheikh Hamdan Bin Mohammad Bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai, yang didampingi oleh Sheikh Majid Bin Mohammad Bin Rashid Al Maktoum, Ketua “The Dubai Culture and Arts Authority” di kawasan Armani Hotel Dubai, Selasa (27/3/12). Hadir pula selaku tamu kehormatan, Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, serta para pejabat tinggi pemerintah Dubai, dan undangan lainnya.</p>
<p>Ketiga fotografer tersebut adalah Zulkifli Zhu Qincay, warga Kerinci, Jambi, yang saat ini menjadi mahasiswa di Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, hasil karya fotonya dipilih menjadi pemenang pertama untuk kategori ”The General Pivot”.</p>
<p>Amri Arfianto, warga Indonesia yang telah menetap 4 tahun di Dubai, menjadi pemenang pertama kategori ”Dubai”; serta Armin Hari, fotografer paruh waktu yang juga bekerja di sebuah LSM di Yogyakarta, menjadi pemenang kedua untuk kategori ”Love of the Earth”.</p>
<p>Pemenang utama (Grand Prize) untuk keseluruhan kategori diraih oleh fotografer asal Prancis yang mendapat piala serta hadiah uang tunai sebesar 100.000 dolar AS (Rp 923 juta). Sementara itu, pemenang pertama kategori ”The General Pivot” memperoleh hadiah uang sebesar 14.000 dolar AS (Rp 128,4 juta) dan kategori ”Dubai” sebesar 16.000 dolar AS (Rp 147 juta). Sedangkan pemenang kedua kategori ”Love of the Earth” memperoleh 16.000 dolar AS.</p>
<p>Para pemenang lainnya berasal dari Bangladesh, Perancis, Italia, Argentina, Jerman dan Kuwait, disamping para pemenang khusus warga UAE untuk setiap kategorinya.</p>
<p>Menanggapi kemenangan ketiga fotografer Indonesia ini, Konjen Mansyur yang turut memberikan selamat secara langsung kepada para pemenang setelah acara pemberian piala, menyatakan kekagumannya atas karya foto mereka dan kebanggaan karena Indonesia dapat terpilih menjadi pemenang dari ribuan peserta dari seluruh dunia yang mengikuti lomba foto ini.</p>
<p>Konjen Mansyur menambahkan bahwa dengan dipilihnya hasil karya fotografer Indonesia sebagai pemenang dalam lomba ini telah membuktikan pengakuan dunia internasional akan kualitas dan nilai kreasi fotografer Indonesia yang tidak kalah dengan fotografer lainnya dari seluruh dunia.</p>
<p>Lebih lanjut, Konjen Mansyur menyatakan bahwa melalui partisipasi dalam lomba ini dan berhasil menjadi pemenang telah pula turut mempromosikan Indonesia di tingkat internasional. Terlebih lagi hasil karya yang ditampilkan menggambarkan kondisi alam dan realita sosial keseharian kehidupan masyarakat Indonesia yang dinilai sangat menarik sebagai obyek fotografi.</p>
<p>Melalui fotografi yang merupakan media komunikasi yang universal, setiap foto yang dihadirkan dapat membawa pesan dan makna tersendiri, disamping juga untuk dinikmati secara visual.</p>
<p>Hasil karya Zulkifli Zhu Qincay berhasil merekam secara ekspresif momen pacuan karapan sapi yang menggambarkan seorang warga Indonesia sedang memacu kedua sapinya di tengah lapangan berlumpur.</p>
<p>Sementara itu, karya Amri Arfianto yang menangkap objek arsitektur bangunan Terminal 3 Kedatangan Bandara Internasional Dubai, berhasil mengabadikan relung-relung dan detail bangunan menjadi karya foto yang mempesona dan terlihat berbeda.</p>
<p>Sedangkan Armin Hari mengabadikan kegiatan seorang petani yang sedang bercocok tanam dengan latar belakang pegunungan dengan kabut tipis menyelimutinya. Sudut pandang pengambilan foto menjadikan karya Armin Hari menjadi sangat memukau.</p>
<p>Pada mulanya panitia HIPA menerima sekitar 7.000 foto dari seluruh dunia yang dikirimkan melalui situs internet HIPA. Akan tetapi kemudian diseleksi menjadi sekitar 6.000 foto dan setelah melewati proses penjurian selama 30 hari lamanya, dewan juri memilih ke-16 pemenang tersebut. Panitia mendatangkan semua pemenang ke Dubai. Adapun keseluruhan biaya transportasi dari negara asal menuju Dubai dan akomodasi selama para pemenang berada di Dubai juga ditanggung pihak panitia.</p>
<p>Kegiatan lomba fotografi ini mendapat dukungan penuh pemerintah Dubai dan merupakan inisiatif yang terintegrasi dengan ”Misi Strategis Dubai 2015” untuk mengembangkan kebudayaan dan seni di Dubai serta menjadikan kota Dubai sebagai hub kebudayaan dan seni di kawasan serta dunia internasional.</p>
<p>Kegiatan yang baru dilaksanakan untuk pertama kalinya ini akan diadakan secara berkala setiap tahun. Dewan juri kegiatan lomba ini merupakan orang-orang pilihan di bidang seni dan fotografi internasional.</p>
<p>Hasil karya foto para pemenang dan juga karya pilihan beragam foto hasil bidikan Sheikh Hamdan Bin Mohammad Bin Rashid Al Maktoum dipamerkan pula di Dubai Mall selama 1 minggu hingga tanggal 31 Maret 2012 dan telah dibukukan dengan judul ”Love of the Earth”, yang dicetak dalam bahasa Inggris dan Arab. (pikiran rakyat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6916/2012/03/29/3-fotografer-indonesia-juarai-lomba-foto-internasional/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tun Sri Lanang, Kisah yang Terkubur Tiga Abad Lalu</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6831/2012/03/25/tun-sri-lanang-kisah-yang-terkubur-tiga-abad-lalu</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6831/2012/03/25/tun-sri-lanang-kisah-yang-terkubur-tiga-abad-lalu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 19:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Tun Sri Lanang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6831</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, Mahdi Jamil (45) tak paham mengapa banyak peziarah datang ke kampungnya. Yang dia tahu, ada makam pembesar Aceh, belasan meter jaraknya dari rumahnya di Gampong Meunasah Lueng, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh. ”Saya tahu ada makam keramat, tetapi entah makam siapa,” ujarnya. Suatu ketika, pertengahan tahun 2004, seorang pengunjung asal Malaysia bersukacita saat melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/Rumoh-kreung-di-Samalanga-dekat-makam-TSL-oleh-Adji-K.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-6832" title="Rumoh kreung di Samalanga dekat makam TSL oleh Adji K" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/Rumoh-kreung-di-Samalanga-dekat-makam-TSL-oleh-Adji-K-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Dulu, Mahdi Jamil (45) tak paham mengapa banyak peziarah datang ke kampungnya. Yang dia tahu, ada makam pembesar Aceh, belasan meter jaraknya dari rumahnya di Gampong Meunasah Lueng, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh. ”Saya tahu ada makam keramat, tetapi entah makam siapa,” ujarnya.</strong></p>
<p>Suatu ketika, pertengahan tahun 2004, seorang pengunjung asal Malaysia bersukacita saat melihat makam itu. Si pengunjung berulang kali sujud syukur di sekitar makam setelah mencocokkan dua lembar foto yang dia bawa. Katanya, makam itulah yang dia cari bertahun-tahun.</p>
<p>Itulah makam Tun Sri Lanang, raja (uleebalang) pertama Samalanga, bernama asli Tun Muhammad dan bergelar Datuk Bendahara Tun Muhammad.</p>
<p>”Kata si pengunjung itu, batu nisannya cocok dengan nisan yang ada di foto itu. Jenis dan ukiran nisan khas Turki, yang sama dengan petunjuk,” cerita Mahdi.</p>
<p>Kabar penemuan makam Tun Sri Lanang pun berkembang dari mulut ke mulut. Sejak itu, peziarah hilir mudik di Gampong Meunasah Lueng. Ada yang datang sekadar ingin tahu, tetapi tak sedikit di antara mereka adalah keturunan Tun Sri Lanang, baik dari Malaysia maupun Indonesia.</p>
<p>Lokasi makam berada di tanah lapang di antara rumah warga dan jalan desa. Di sekitar nisan terdapat susunan batu yang berderet seperti nisan dan dipercaya sebagai makam para keturunan raja, dua di antaranya telah diberi petunjuk nama makam Teuku Shyik Muda Bugeh dan Pocut Meuligoe. Di sekitar makam-makam itu berdiri pohon melinjo, mangga, durian, pala, dan kelapa.</p>
<p>Ada juga rumah panggung kayu khas Aceh yang oleh warga sekitar disebut Rumoh Krueng atau rumah sungai karena lokasinya tak jauh dari Sungai Batee Iliek. Rumah yang diyakini peninggalan Tun Sri Lanang itu telah beberapa kali ganti penghuni, mulai dari keluarga, kerabat ahli waris, hingga Tentara Nasional Indonesia yang pernah bermarkas di daerah itu tahun 1980-an.</p>
<h3>Dua bangsa</h3>
<p>Belum jelas mengapa kisah raja pertama Samalanga itu ”terkubur” hingga makamnya tak dikenali rakyat dan keluarganya. Namun, penemuan itu menjadi tonggak bersejarah bagi keluarga keturunan Tun Sri Lanang.</p>
<p>Ahli waris yang tersebar di beberapa kota di Indonesia dan Malaysia pun dipertemukan setelah sempat tak terhubung dan tak saling mengetahui selama bertahun-tahun.</p>
<p>Menurut Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Profesor M Dien Madjid, rekam jejak Tun Sri Lanang yang berlatar di Batu Sawar, Johor, Malaysia, dan Samalanga, Aceh, Indonesia, dapat dijadikan simpul yang mempererat kedua bangsa serumpun. Hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia yang beberapa kali memanas belakangan ini seharusnya tidak perlu terjadi jika merunut sejarah tersebut.</p>
<p>Sebelum memimpin Negeri Samalanga tahun 1615-1659, Tun Sri Lanang merupakan Bendahara Kerajaan Johor (menjalankan peran seperti perdana menteri). Setelah Aceh menaklukkan Batu Sawar, ibu kota Kerajaan Johor, pada tahun 1613, Sultan Iskandar Muda memboyong Tun Sri Lanang ke Aceh dan kemudian ia diangkat sebagai penguasa pertama Samalanga, sebagai wilayah Aceh Darussalam.</p>
<p>Ketua Yayasan Tun Sri Lanang yang juga keturunan ke-8, Pocut Haslinda Syahrul, menambahkan, kepindahan Tun Sri Lanang ke Samalanga membawa perubahan. Demi memenuhi kebutuhan pangan, misalnya, Tun Sri Lanang bercocok tanam dan hasilnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.</p>
<p>Dia juga memelopori pembuatan perahu untuk kebutuhan nelayan dan transportasi laut, serta membangun masjid dan pesantren sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial. Dampaknya, ekonomi Samalanga membaik.</p>
<p>Tun Sri Lanang wafat tahun 1659 dan jenazahnya dimakamkan di dekat pesantren yang dibangunnya di Kuta Blang Samalanga.</p>
<p>Tun Sri Lanang menurunkan garis keturunan di Malaysia dan Indonesia. Di Malaysia, keturunannya merupakan para sultan di Melayu, seperti Sultan Pahang, Sultan Johor, Sultan Trengganu, dan Sultan Selangor.</p>
<p>Sementara di Aceh, Tun Sri Lanang menurunkan darah keberanian dan perjuangannya kepada Pocut Meuligoe, keturunan ke-5, yang memimpin perlawanan terhadap Belanda hingga terusir dari Samalanga.</p>
<p>Dengan latar itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala bersama Yayasan Tun Sri Lanang yang diketuai Pocut Haslinda Syahrul menggelar seminar ”Ketokohan Tun Seri Lanang dalam Sejarah Dua Bangsa” di Kabupaten Bireuen, Kamis, 8 Desember lalu. Seminar dihadiri sejarawan, pemerhati sejarah, guru, mahasiswa, dan masyarakat dari Indonesia, khususnya Aceh, serta Singapura dan Malaysia.</p>
<p>Direktur Nilai Sejarah Shabri Aliaman mengatakan, ketokohan Tun Sri Lanang diharapkan dapat merevitalisasi memori kolektif kedua negara bangsa agar terjalin hubungan yang lebih baik. Peninggalannya di Samalanga juga dinilai penting sehingga layak dijadikan sebagai kawasan wisata sejarah Melayu-Nusantara.</p>
<h3>Karya tulis</h3>
<p>Tun Sri Lanang, antara lain, dikenal sebagai sastrawan, penulis sejarah, ahli pemerintahan, melalui karya Sulalatus Salatin. Karya itu bahkan menjadi rujukan sejarah Melayu dan menjadi ”buku wajib” yang diajarkan di sekolah-sekolah Malaysia.</p>
<p>Sulalatus Salatin yang naskah aslinya ditulis dalam huruf Arab Jawi atau Arab Pegon juga menjadi bahan kajian para peneliti sejarah dan naskah kuno dari sejumlah negara.</p>
<p>Pocut Haslinda, dalam buku terjemahan populer Sulalatus Salatin, menyebutkan, karya Tun Sri Lanang itu memuat berbagai macam kearifan yang relevan hingga kini. Selain berisi hikayat raja-raja Melayu dan Nusantara sejak zaman Sultan Iskandar Zulkarnain menaklukkan Hindi, kitab tersebut juga menyuguhkan khazanah adat istiadat dan nasihat pemimpin atau raja kepada masyarakatnya.</p>
<p>Kepakaran Tun Sri Lanang diakui masyarakat luas. Bahkan, lanjut Pocut Haslinda, ulama asal Gujarat yang diangkat sebagai penasihat Raja Aceh, Nuruddin Ar-Raniri, menjadikan Tun Sri Lanang sebagai mentor dalam pembelajaran penulisan sastra Melayu.</p>
<p>Sastrawan Singapura, Djamal Tukimin, mengatakan, Sulalatus Salatin yang tahun 2012 ini genap berumur 400 tahun merupakan karya sastra sejarah putra asli Melayu yang monumental. Sejarah Singapura kuno dinilai tak akan dikenal jika tidak ditulis Tun Sri Lanang.</p>
<p>Karya itu juga menjadi kajian para peneliti sejarah dan sastra dunia. ”Di Singapura, Tun Sri Lanang dipakai sebagai nama penghargaan bidang sastra sejak lebih dari 20 tahun lalu,” kata Djamal.</p>
<p>Muhammad Haji Saleh, peneliti Pusat Penyelidikan Dasar dan Kajian Antarbangsa Universitas Sains Malaysia, menambahkan, Sulalatus Salatin merupakan karya sastra agung, sekaligus buku sejarah dan panduan istiadat yang penting dalam peradaban, kebudayaan, dan sistem pemerintahan Melayu.</p>
<p>Menurut dia, bahasa yang digunakan merupakan bahasa terbaik dalam khazanah sastra Melayu.</p>
<p>Oman Fathurahman, peneliti manuskrip kuno dari UIN Syarif Hidayatullah, berpendapat senada. Dalam konteks sejarah kesusastraan Melayu klasik, katanya, Sulalatus Salatin dapat dianggap sebagai salah satu teks Melayu terpenting yang memikat perhatian peneliti dan sarjana sejumlah negara.</p>
<p>Perbincangan mengenai Tun Sri Lanang juga selalu lekat dengan karya tersebut. Apalagi Sulalatus Salatin menjadi satu-satunya karya yang kepengarangannya dihubungkan dengan Tun Sri Lanang.</p>
<p>Sulalatus Salatin banyak diterjemahkan sebagai Sejarah Melayu atau Malay Annals. Ada juga yang menyebut Sulalat sebagai peraturan, pertuturan, juga perteturun. Namun, dengan melihat maknanya, transkripsi paling tepat, menurut Oman, adalah perteturun sehingga Sulalatus Salatin perlu dibaca sebagai Perteturun Raja-raja.</p>
<p>Terlepas dari itu, kata Oman lagi, kebesaran dan keindahan Sulalatus Salatin sebagai sebuah karya sastra sejarah Melayu klasik dalam beberapa hal jauh melebihi kebesaran zaman dan pengarangnya. (Kompas Cetak/Mukhamad Kurniawan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6831/2012/03/25/tun-sri-lanang-kisah-yang-terkubur-tiga-abad-lalu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukti Perkasa Ureueng Inoeng Aceh</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6748/2012/03/21/bukti-perkasa-ureueng-inoeng-aceh</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6748/2012/03/21/bukti-perkasa-ureueng-inoeng-aceh#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 05:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Inoeng Balee]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Perempuan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Wanita Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Inoeng Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Inoeng Balee]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6748</guid>
		<description><![CDATA[Benteng itu terletak di Desa Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, 35 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. Tak sulit menemukan tempatnya. Begitu melewati pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Anda akan menemukan sebuah pamflet bertuliskan ‘Benteng Inoeng Balee’. Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak. Berkelok dan menanjak dengan semak belukar di kiri dan kanannya. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Benteng it<a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/benteng-inoeng-balee.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-6749" title="benteng inoeng balee" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/benteng-inoeng-balee-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>u terletak di Desa Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, 35 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. Tak sulit menemukan tempatnya. Begitu melewati pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Anda akan menemukan sebuah pamflet bertuliskan ‘Benteng Inoeng Balee’.</strong></p>
<p>Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak. Berkelok dan menanjak dengan semak belukar di kiri dan kanannya. Di balik semak itulah Benteng Inoeng Balee berdiri kokoh. Akar-akar pohon menyatu dengan dinding benteng. Walaupun batu-batu yang tersusun sebagai konstruksi benteng di sisi kiri dan kanannya sudah rusak, namun bentuk benteng masih dapat dilihat. Dari benteng yang terletak di atas bukit, hamparan laut biru tampak memukau.</p>
<p>Menurut perkiraan, Benteng Inong Balee berbentuk persegi panjang, Bahan bangunan penyusun tembok benteng terbuat dari batuan alam berspesi kapur. Tembok benteng di bagian barat memiliki ukuran panjang 60 meter, tebal dua meter, dan tinggi 2,5 meter. Tembok benteng di bagian utara berukuran panjang 40 meter, tebal dua meter, dan tinggi bagian dalam satu meter. Sedangkan tembok di bagian selatan berukuran panjang 60 meter, tebal dua meter, dan tinggi bagian dalam satu meter.</p>
<p>Pada tembok yang membujur utara-selatan di bagian barat terdapat empat lubang pengintaian menyerupai bentuk tapal kuda. Tinggi lubang pengintaian bagian dalam sekitar 90 sentimeter, lebar 160 sentimeter. Sedangkan tinggi lubang bagian luar sekitar 85 sentimeter dan lebar 100 sentimeter. Posisinya yang mengarah ke Selat Malaka, pada zaman dahulu berfungsi untuk mengawasi lalu-lalang kapal laut.</p>
<p>Di sekitar benteng, tepatnya di sebelah utara terdapat sebuah bekas permukiman yang disebut-sebut sebagai Kampung Janda atau Kampung Inong Balee.</p>
<p>Menurut riwayat lama yang diceritakan turun-temurun, Benteng Inong Balee yang disebut juga Benteng Malahayati ini merupakan benteng pertahanan sekaligus sebagai asrama penampungan janda-janda yang suaminya gugur dalam pertempuran. Selain itu, juga digunakan sebagai sarana pelatihan militer dan penempatan logistic keperluan perang.</p>
<p>Benteng Inong Balee tidak bisa dipisahkan dengan kisah seorang laksamana perempuan pertama di dunia, Laksamana Keumalahayati. Kisah kepemimpinan Keumalahayati dimulai ketika terjadi pertempuran laut antara armada Portugis dengan armada Kerajaan semasa Pemerintahan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil (1589-1604).</p>
<p>Armada Aceh dipimpin sendiri oleh Sultan dan dibantu dua orang Laksamana. Pasukan kerajaan banyak yang gugur dalam pertempuaran tersebut, dan menurut cerita suami Malahayati juga gugur dalam pertempuran itu. Malahayati meneruskan perjuangan sang suami yang sampai saat ini belum diketahui namanya itu.</p>
<p>Ia mengajukan permohonan kepada Sultan Mukammil untuk membentuk armada Aceh yang prajuritnya adalah janda yang suaminya gugur dalam pertempuran. Armada yang baru dibentuk tersebut diberi nama Armada Inong Balee (Armada janda). Sebelum diangkat sebagai Panglima Perang Laut (Laksamana), Keumalahayati pernah menjabat sebagai pemimpin pasukan ketentaraan perempuan di Kerajaan Aceh (Van Zeggelen, 1935 : 89).</p>
<p>Setelah Keumalahayati sukses mengemban tugas sebagai Kepala Pasukan Wanita Kerajaan Aceh, ia diangkat oleh Sultan menjadi Admiral (Laksamana), sebuah pangkat tertinggi dalam militer. (Davis dalam Yacobs,1894).</p>
<p>Awalnya, Armada Inong Balee hanya berkekuatan 1.000 orang janda muda yang suaminya gugur di medan perang laut. Jumlah tersebut, oleh Laksamana Keumalahayati diperbesar menjadi 2.000 orang.</p>
<p>Tambahan personil ini bukan lagi janda-janda, tetapi para gadis remaja yang ingin bergabung dengan pasukan Inong Balee yang dipimpin Laksamana Keumalahayati. (A.Hasjmy, 1980: 3).</p>
<p>John Davis, seorang berkebangsaan Inggris yang menjadi nahkoda sebuah kapal Belanda yang mengunjungi Aceh menyebutkan bahwa Kerajaan Aceh pada masa itu memiliki perlengkapan armada laut yang terdiri dari 100 buah kapal (galey). Di antaranya berkapasitas muatan sampai 400-500 penumpang.</p>
<p>Yang menjadi pemimpin pasukan tersebut adalah seorang perempuan berpangkat Laksamana. (Davis dalam Yacobs, 1894). Pada awal abad XVII, Kerajaan Aceh telah memiliki angkatan perang yang tangguh. Kekuatannya yang terpenting adalah kapal-kapal galey yang dimiliki Angkatan Lautnya.</p>
<p>Berdasarkan sebuah manuskrip (M.S) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari kalangan bangsawan Aceh, dari kalangan sultan-sultan Aceh terdahulu. Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. (Rusdi Sufi, 1994 : 30-33).</p>
<p>Sepanjang catatan sejarah, tahun kelahiran dan tahun kematian Keumalahayati belum diketahui dengan pasti. Hanya dapat ditafsirkan bahwa masa hidup Keumalahayati sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI. Pada masa Keumalahayati masih remaja, Kerajaan Aceh Darussalam telah memiliki Akademi Militer yang bernama Mahad Baitul Maqdis, yang terdiri dari jurusan Angkatan Darat dan Laut. Para instrukturnya sebagian berasal dari Turki. Sebagai anak seorang Panglima Angkatan Laut, Keumalahayati mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan yang ia inginkan.</p>
<p>Peristiwa Cornelis de Houtman Sejarah mencatat, dalam pelayarannya pertama empat buah kapal Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman pada tanggal 22 Juni 1596 berlabuh di pelabuhan Banten (Solichin Salam, 1987:2). Setelah kembali ke negeri Belanda dalam pelayarannya yang kedua armada dagang Belanda yang dipersenjatai seperti kapal perang diserang oleh kapal perang Aceh pada tanggal 21 Juni 1599. Dua buah kapal Belanda yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibu kota Kerajaan Aceh.</p>
<p>Kedua kapal tersebut masing-masing dipimpin oleh dua orang bersaudara yang bernama Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtman. Yang menjadi pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumalahayati. Dalam penyerangan tersebut Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh. Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara (Van Zeggelen, 1935 :157 Davis dalam Yacobs, 1984- 180; Tiele, 1881 : 146-152).</p>
<p>Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama dua tahun. Selama di penjara, ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara.</p>
<p>Peristiwa penyerangan kapal Belanda yang dilakukan oleh Laksamana Keumala hayati tersebut dilukiskan oleh Marie van C. Zeggelen dalam bukunya yang berjudul “Oude Glorie”, hal. 157, yang dalam bahasa lndonesianya kira-kira sebagai berikut : “DI kapal Van Leeuw telah dibunuh Cornelis de Houtman dan anak buahnya. Frederick Houtman, oleh Keumalahayati kemudian sebagai tawanan dibawa ke darat. Davis dan Tomkins, keduanya terluka, tinggal di kapal bersama mereka yang mati dan terluka. Dan pada tengah hari kabel pengikat kapal diputuskan dan merekapun berlayarlah.”</p>
<p>Saat ini, makam yang diyakini sebagai makam Malahayati dapat dijumpai Sekitar tiga kilometer dari Benteng Inong Balee. Yaitu pada bagian puncak bukit kecil. Sekeliling areal makam adalah perladangan penduduk. Lokasi ke kompleks makam tersebut ditempuh dengan cara menaiki susunan anak tangga semen mulai dari bawah bukit.</p>
<p>Untuk menghargai kepahlawanan Malahayati, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Skep/1487/XI/1977 mengabadikan namanya di kapal TNI AL dengan nomor lambung 362. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) juga mencatatkan Benteng Inong Balee dalam Daftar Inventaris Benda Cagar Budaya Tidak Bergerak dan Situs dengan nomor registrasi 2/01-06/C/56.</p>
<p>Menurut Ridwan Aswad, Sekretaris Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA), Benteng Inong Balee dan Malahayati masih diselimuti misteri. Karena cerita tentang Malahayati sendiri sangat sedikit disebutkan dalam buku-buku sejarah.</p>
<p>Ridwan mengatakan, memang ada dalam buku <em>Aceh Sepanjang Abad</em> edisi pertama tahun 1961, halaman 124, disebutkan kisah tentang perlawanan Aceh terhadap belanda tahun 1599, salah seorang anak buah kapal bernama John Davis, seorang berkebangsaan Inggris, mengatakan bahwa salah seorang laksamana itu adalah wanita, itu memang betul. Tapi namanya tidak disebutkan.</p>
<p>“Tapi sekarang yang terpenting adalah situs sejarah itu dipelihara dengan baik. Agar misteri itu bisa dibuka, minimal kita bisa membayangkan suasana masyarakat tempo dulu, sehingga sejarah bukan hanya impian, tetapi ada bukti pendukung,” ungkap laki-laki 61 tahun itu. (jul/mul)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6748/2012/03/21/bukti-perkasa-ureueng-inoeng-aceh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visit Aceh 2013 Buka Mindset Warga Soal Pariwisata</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6680/2012/03/18/visit-aceh-2013-buka-mindset-warga-soal-pariwisata</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6680/2012/03/18/visit-aceh-2013-buka-mindset-warga-soal-pariwisata#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 09:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Aceh 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6680</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka menyambut Visit Aceh 2013, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh akan mengadakan serangkaian kegiatan. Apa saja? Kegiatan yang akan dihelat guna menyambut Visit Aceh 2013, di antaranya 25 jenis perlombaan yang selaras dengan semangat ekonomi kreatif, seperti perlombaan resep kuliner, desain cenderamata, t-shirt, dan paket wisata, penulisan karya jurnalistik dan media sosial, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/Visit-Aceh-2013.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-7261" title="Visit Aceh 2013" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/Visit-Aceh-2013-300x127.jpg" alt="Logo Visit Aceh 2013" width="300" height="127" /></a>Dalam rangka menyambut Visit Aceh 2013, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh akan mengadakan serangkaian kegiatan. Apa saja?</strong></p>
<p>Kegiatan yang akan dihelat guna menyambut Visit Aceh 2013, di antaranya 25 jenis perlombaan yang selaras dengan semangat ekonomi kreatif, seperti perlombaan resep kuliner, desain cenderamata, t-shirt, dan paket wisata, penulisan karya jurnalistik dan media sosial, batu cincin, SOP atraksi dan permainan rakyat, dan berbagai perlombaan lainnya.</p>
<p>Selain itu, selama Maret, April, dan Mei 2012, Disbudpar Provinsi Aceh juga akan mengadakan 11 kegiatan <em>capacity building</em>. Kegiatan ini melibatkan 2090 peserta yang terdiri dari kelompok sadar wisata, tokoh masyarakat, pengemudi becak, da’i, pengusaha hotel/rumah makan/kafe, travel agent, pengrajin cendramata, seniman, dan guru-guru SMA se-Aceh.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan strategi ‘tetesan minyak’ yang melibatkan banyak elemen masyarakat yang nantinya akan menularkan ilmu apa yang mereka dapat kepada masyarakat lainnya. Selain itu, kegiatan bertujuan membuka mindset masyarakat Aceh tentang persepsi pariwisata dalam perspektif Islam dan melatih para pelaku pariwisata untuk memberikan pelayanan terbaik mereka pada wisatawan yang datang ke Aceh.</p>
<p>“Prinsip Disbudpar Provinsi Aceh dengan jumlah dana minimal mampu melibatkan banyak orang dari berbagai lapisan dan mampu menampung lebih banyak ide dan gagasan melalui rangkaian perlombaan dan rangkaian kegiatan capacity building demi suksesnya Visit Aceh 2013,” ucap Prof. Dr. Jasman J Ma’ruf, SE, M. BA, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, pada rilis yang diterima okezone, baru-baru ini.</p>
<p>Masih banyak rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka menyambut Visit Aceh 2013. Rangkaian kegiatan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan ke Aceh yang akhirnya bermuara pada peningkatan pertumbuhan eknonomi masyarakat sekitar dan menggeliatnya semangat ekonomi kreatif. (ftr/okz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6680/2012/03/18/visit-aceh-2013-buka-mindset-warga-soal-pariwisata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komplek Makam Keluarga Panglima Polem</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6655/2012/03/17/komplek-makam-keluarga-panglima-polem</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6655/2012/03/17/komplek-makam-keluarga-panglima-polem#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 16:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima Polem]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima Polim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6655</guid>
		<description><![CDATA[Panglima Polem bukan sosok nama satu orang, melainkan sebuah sebutan (gelar) turun temurun dari Teuku Imum Itam Maharaja atau dikenal dengan Teuku Di Batee Timoh. Semenjak beliau meninggal julukan Panglima Polem diturunkan kepada anaknya. Cut Sakti Lamcot adalah salah satu anaknya yang pertama kali diberikan gelar Panglima Polem. Regenerasi gelar pun terjadi setelah Cut Sakti Lamcot meninggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/panglima-polem.png"><img class="alignleft size-full wp-image-6672" title="Teuku Panglima Polem Muhammad Daud" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/panglima-polem.png" alt="" width="154" height="229" /></a>Panglima Polem bukan sosok nama satu orang, melainkan sebuah sebutan (gelar) turun temurun dari Teuku Imum Itam Maharaja atau dikenal dengan Teuku Di Batee Timoh. Semenjak beliau meninggal julukan Panglima Polem diturunkan kepada anaknya.</strong></p>
<p>Cut Sakti Lamcot adalah salah satu anaknya yang pertama kali diberikan gelar Panglima Polem. Regenerasi gelar pun terjadi setelah Cut Sakti Lamcot meninggal dunia, gelar Panglima Polem diwariskan kepada Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Cut Lahat, Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Cut Kleung, Sri Muda Perkasa Panglima Polem Cut Ahmad (1845), Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Mahmud Cut Banta (1879), Sri Muda Teuku Panglima Polem Ibrahim Muda Raja Kuala (1896), dan Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Muhammad Daud (1896-1936).</p>
<p>Pada umumnya, foto yang beredar luas dan dikenal orang dengan foto yang berpose kaca mata bulat dan <em>kupiah meukeutop</em> itu adalah Teuku Panglima Polem Muhammad Daud. Muhammad Daud beristrikan Teuku Ratna lahir, dari istrinya ini lahir seorang putra yang bernama <a title="TMA Panglima Polim, Kisah Kesetiaan Aceh pada Republik " href="http://seputaraceh.com/2010/03/30/tma-panglima-polim-kisah-kesetiaan-aceh-pada-republik" target="_blank">Teuku Panglima Polem Muhammad Ali</a> atau Panglima Sagi XXII Mukim.</p>
<p>Jika kita berkunjung ke makam ini dari Banda Aceh dengan menggunakan kendaraan, baik roda dua atau mobil hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, saat sudah memasuki kawasan Lampakuk, ibu kota dari Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar berarti kita sudah bisa bertanya pada warga setempat untuk petunjuk arah masuk ke lokasi makam tersebut. Berhubung pamflet yang bertuliskan makam Panglima Polem sudah tidak terlihat jelas dan lapuk dimakan usia.</p>
<p>Komplek makam Panglima Polem tepatnya berada berada di Desa Lam Sie, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Tidak begitu jauh dari jalan raya Banda Aceh &#8211; Medan. Kondisi jalanan ke kampung setempat masih setengah aspal dan tanah, namun bisa dilakui dengan roda empat.</p>
<p>Sekitar beberapa ratus meter masuk ke desa Lam Sie, kita akan mejumpai komplek Dayah T. Panglima Polem. Perjalanan belum berakhir, untuk menuju komplek makam masih butuh waktu sekitar 10 menit lagi. Inilah beberapa koleksi foto menuju ke komplek makam Panglima Polem. (Foto dan Teks Aulia Fitri)</p>
<div id="attachment_6660" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editPhoto0004.jpg"><img class=" wp-image-6660 " title="Dayah T Panglima Polem" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editPhoto0004.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Dayah T. Panglima Polem</p>
</div>
<div id="attachment_6661" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editPhoto0008.jpg"><img class=" wp-image-6661 " title="Pigura Kuburan Panglima Polem" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editPhoto0008.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Pigura Kuburan Panglima Polem</p>
</div>
<div id="attachment_6663" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editPhoto0013.jpg"><img class=" wp-image-6663 " title="Pangliman polem bersama istrinya" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editPhoto0013.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Pusara Pangliman Polem bersama istrinya</p>
</div>
<div id="attachment_6657" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editIMG_3519.jpg"><img class=" wp-image-6657 " title="Kuburan salah satu keturunan dari panglima polem" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editIMG_3519.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Kuburan salah satu keturunan dari Panglima Polem, Teuku Muhammad Daud</p>
</div>
<div id="attachment_6659" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/ediPhoto0010.jpg"><img class=" wp-image-6659 " title="Benda peninggalan purbakala dan sejarah" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/ediPhoto0010.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Benda peninggalan purbakala dan sejarah</p>
</div>
<div id="attachment_6656" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editIMG_3509.jpg"><img class=" wp-image-6656 " title="Komplek makam Panglima Polem" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editIMG_3509.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Komplek makam Panglima Polem</p>
</div>
<div id="attachment_6658" class="wp-caption alignleft" style="width: 464px"><a href="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editIMG_3520.jpg"><img class=" wp-image-6658 " title="Dirumah kecil itulah makam panglima polem bersama istrinya" src="http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/03/editIMG_3520.jpg" alt="" width="454" /></a>
<p class="wp-caption-text">Dirumah kecil itulah makam panglima polem bersama istrinya</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6655/2012/03/17/komplek-makam-keluarga-panglima-polem/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blok Migas Pase, Aceh Timur Gugat Menteri</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6561/2012/03/13/blok-migas-pase-aceh-timur-gugat-menteri</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6561/2012/03/13/blok-migas-pase-aceh-timur-gugat-menteri#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 14:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Blok Pase]]></category>
		<category><![CDATA[BP Migas]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Langsa]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6561</guid>
		<description><![CDATA[Langsa &#8211; Persoalan pengelolaan Blok Migas di Aceh Timur ternyata belum juga diselesaikan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sebaliknya, sengketa ini kembali memanas setelah Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan izin pengelolaan Blok Pase kepada KKKS Triangle Pase Inc,. Akibat diizinkannya KKKS Triangle Pase Inc mengelola Blok Pase ini, Pemerintah Kabupaten Aceh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langsa &#8211; Persoalan pengelolaan Blok Migas di Aceh Timur ternyata belum juga diselesaikan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sebaliknya, sengketa ini kembali memanas setelah Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan izin pengelolaan Blok Pase kepada KKKS Triangle Pase Inc,.</strong></p>
<p>Akibat diizinkannya KKKS Triangle Pase Inc mengelola Blok Pase ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berencana akan mengugat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.</p>
<p>Dasar gugatan ini sendiri yakni Surat Menteri Energi Sumber Daya Mineral No 13.32 tanggal 10 Pebruari 2012 yang ditujukan kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) menyalahi aturan undang-undang.</p>
<p>Wakil Bupati Aceh Timur, Nasruddin Abubakar, mengatakan, di satu sisi surat menteri ESDM sudah menegaskan kontrak Triangle Pase Inc sebagai pengelola Blok Pase tidak diperpanjang. Hal ini diakibatkan karena belum ada kesepakatan antara pemerintah pusat dengan pemerintah Aceh.</p>
<p>“Surat menteri ESDM tersebut cukup jelas dimana kontrak kerjasama wilayah pase dengan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) Triangle Pase Inc tidak diperpanjang,” ujar Nasruddin Abubakar.</p>
<p>Namun pada alinia berikutnya, surat menteri juga menyebutkan dalam rangka untuk menjaga kelangsungan produksi gas di wilayah kerja Pase, KKKS Triangle Pase Inc dapat ditugaskan untuk mengelola sementara Wilayah Kerja tersebut selama enam (6) bulan. Ini terhitung sejak berakhirnya KKS Pase atau sampai ditetapkannya pengelola yang definitif.</p>
<p>Dan atas dasar surat itu lah pihak Triangle Pase Inc tetap bersikeras sampai saat ini terus menguasai Blok Pase di Dusun Sejuk Blang Senong Pante Bidari Aceh Timur, walaupun kontrak mareka sudah habis sejak 23 Pebruari 2012 lalu.</p>
<p>“Untuk maksud tersebut, saya Wakil Bupati Aceh Timur Nasruddin Abubakar atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berencana akan mengugat Menteri ESDM.” ujar Nasruddin lagi seraya menambahkan seraya menambahkan kita sangat kecewa atas kinerja kementrian ESDM.</p>
<p>Bahkan terkesan surat penugasan sementara kepada Triangle Pase Inc tersebut sangat lemah. Karena tidak memiliki payung hukum yang jelas, sangat jarang kita menemukan dalam satu surat menunjukan dua hal yang berbeda.</p>
<p>Setelah ada perintah tidak diperpanjang namun dibagian lain memerintahkan untuk sementara ditunjuk Triangle Pase Inc untuk mengelola blok tersebut. “ini sangat ironis, seharusnya Menteri ESDM dapat bertindak bijaksana dengan selalu mempertimbangkan aspirasi daerah,” imbuhnya. (RA/mrib/BN)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6561/2012/03/13/blok-migas-pase-aceh-timur-gugat-menteri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konferensi Kakao dan Kopi Digelar di Banda Aceh</title>
		<link>http://seputaraceh.com/read/6552/2012/03/13/konferensi-kakao-dan-kopi-digelar-di-banda-aceh</link>
		<comments>http://seputaraceh.com/read/6552/2012/03/13/konferensi-kakao-dan-kopi-digelar-di-banda-aceh#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 08:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kakao]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Kakao dan Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Nanggroe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seputaraceh.com/?p=6552</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Konferensi kakao dan kopi Aceh kembali digelar di Banda Aceh guna merancang sinergitas kebijakan dan kemitraan dalam pengembangan komoditas tersebut antara pemerintah pusat dan daerah maupun dengan pihak swasta. Ketua panitia kofenrensi 2012, Teuku Zulkarnaen di Banda Aceh, Selasa 13 Maret 2012 menyatakan, kegiatan yang berlangsung 14-15 Maret tersebut didukung lembaga internasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh &#8211; Konferensi kakao dan kopi Aceh kembali digelar di Banda Aceh guna merancang sinergitas kebijakan dan kemitraan dalam pengembangan komoditas tersebut antara pemerintah pusat dan daerah maupun dengan pihak swasta.</strong></p>
<p>Ketua panitia kofenrensi 2012, Teuku Zulkarnaen di Banda Aceh, Selasa 13 Maret 2012 menyatakan, kegiatan yang berlangsung 14-15 Maret tersebut didukung lembaga internasional Swisscontact.</p>
<p>Kegiatan tersebut melalui proyek Peningkatan Ekonomi Kakao Aceh (PEKA) dan IOM melalui proyek Sustainable Economic Growth for Aceh (SEGA) yang didanai melalui Fasilitas Pendanaan Pembangunan Ekonomi (EDFF).</p>
<p>Dikatakan, koferensi dijadwalkan dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Pj Gubernur Aceh Tamizi A Karim itu sebagai salah satu upaya untuk menggairahkan perindustrian kakao dan kopi di Aceh.</p>
<p>Kegiatan berskala internasional itu merupakan agenda rutin tahunan, kelanjutan dari Konferensi Kakao Aceh 2011 dan pada tahun ini, acaranya digabung bersama komoditas kopi, katanya.</p>
<p>Direncanakan, acara ini dihadiri pemateri panelis yang akan menyorot empat aspek utama, yaitu aspek program peningkatan produksi yang akan dipaparkan oleh Dirjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Kementerian Pertanian.</p>
<p>Kemudian aspek pemasaran, khususnya ekspor akan disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Perdagangan serta aspek peningkatan daya saing produk oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian.</p>
<p>Sementara, aspek perlindungan hukum akan dipaparkan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.</p>
<p>Dari unsur pemerintah lokal juga akan dilengkapi dengan paparan rencana kerja pengembangan komoditas kakao oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan kopi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.</p>
<p>Dari unsur badan penelitian dan budidaya di antaranya akan tampil World Cocoa Foundation (WCF), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dan dua peneliti Aceh yang terlibat dalam program Aceh Cocoa Fellowship, katanya.</p>
<p>Sementara itu, dari kalangan industri dan pelaku pasar, menurutnya, akan hadir sejumlah pemateri dan peserta dari berbagai industri utama kakao dan kopi seperti Mars, Armajaro, dan Volg Coffee, juga termasuk perwakilan pedagang dan petani yang sukses, tambahnya.</p>
<p>Pada Konferensi Kakao Aceh tahun lalu, kata Zulkarnaen, melahirkan beberapa rekomendasi dan tindaklanjut, seperti perlunya upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dengan sistem budidaya, seleksi klon unggul, pengendalian hama penyakit, peremajaan dan sertifikasi.</p>
<p>Rekomendasi lainnya, diharapkan dalam waktu dekat adanya aktivitas pemasaran langsung untuk kakao dari Aceh. Sementara dalam jangka panjang, pada tahap berikutnya, perlu ditindaklanjuti dengan membangun pengolahan biji kakao di Aceh pada skala industri.</p>
<p>Kepala Bappeda Aceh Iskandar menyatakan, Konferensi Kakao Aceh yang pertama dan sekarang dilakukan kembali dengan menggandeng kopi, karena kedua komoditas itu merupakan unggulan Aceh.</p>
<p>Ditambahkannya, proyek PEKA dan IOM yang merupakan dua dari delapan sub-proyek EDFF, merupakan bagian dari master plan Pemerintah Aceh.</p>
<p>Diharapkan, dengan membantu para petani kakao dan kopi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, maka persoalan di tingkat &#8220;on farm&#8221; dapat diatasi, seperti kualitas, kuantitas produksi serta pemasaran produk.</p>
<p>&#8220;Sebagai daerah yang berbasis pada sektor pertanian dan perkebunan, maka peningkatan sumbangan dari sektor ini menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Aceh,&#8221; jelasnya.</p>
<p>EDFF disebutkan Iskandar merupakan program dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) yang didanai melalui hibah dari Multi Donor Fund (MDF) dan Bank Dunia ditunjuk sebagai mitra sekaligus pengawas proyek.</p>
<p>Sebagai salah satu organisasi nirlaba yang sudah lama aktif membantu meningkatkan kehidupan masyarakat di Indonesia, Swisscontact secara resmi memulai proyek PEKA sejak Juli 2010.</p>
<p>Kegiatan PEKA dilakukan di lima kabupaten di Aceh, Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara yang memiliki komoditas unggulan kakao.</p>
<p>&#8220;Proyek PEKA, lebih dari 12 ribu petani telah dilatih melalui Sekolah Lapang. PEKA juga menghubungkan petani dan pedagang kakao dengan eksportir kakao. Kita sudah menginisiasi beberapa kegiatan terkait peningkatan kualitas kakao sesuai standar permintaan buyer internasional,&#8221; kata Project Manager Swisscontact Manfred Borer.</p>
<p>Sementara itu, proyek SEGA yang dilaksanakan IOM fokus pada komoditi kopi di dua kabupaten penghasil kopi, Bener Meriah dan Aceh Tengah.</p>
<p>Dukungan proyek SEGA bagi petani kopi terwujud lewat Sistem Resi Gudang untuk produk kopi Arabika Gayo, yang telah beroperasional di Bener Meriah. Peningkatan kapasitas petani kopi juga dilakukan melalui Sekolah Lapang.</p>
<p>&#8220;Sekolah lapang untuk petani kopi, kami lakukan di 29 desa dalam 13 kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah dan 21 desa dalam delapan kecamatan di Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan ini telah dimulai sejak Juli 2011, sedangkan untuk sistem resi gudang sudah berjalan dan sangat membantu petani kopi,&#8221; terang Program Manager IOM-SEGA Konrad Clos. (ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seputaraceh.com/read/6552/2012/03/13/konferensi-kakao-dan-kopi-digelar-di-banda-aceh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

