Pemkot Banda Aceh Tidak Buka Lowongan CPNS

Banda Aceh — Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh tidak membuka lowongan bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena jumlah pegawai yang ada sudah melebihi dari kebutuhan.

“Untuk tahun ini, Pemkot Banda Aceh tidak membuka lowongan CPNS karena jumlah pegawai sekarang ini sudah melebihi,” kata Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin di Banda Aceh, Selasa (16/10).

Hal itu disampaikan Mawardy Nurdin dalam pertemuan dengan delegasi DPRK dan Pemkot Subulussalam, Provinsi Aceh, yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh.

Mawardy Nurdin mengatakan, saat ini pemerintah kota memiliki lebih 8.000 pegawai. Jumlah pegawai yang terbanyak adalah guru, mencapai 3.000-an orang.

Jumlah pegawai yang melebih kebutuhan tersebut, kata dia, menyebabkan APBK Banda Aceh lebih banyak dialokasikan untuk belanja aparatur.

“Sebesar 70 persen alokasi APBK setiap tahunnya digunakan untuk belanja aparatur. Selebihnya, belanja publik yang digunakan untuk membiayai pembangunan,” katanya.

Menurut Wali Kota, banyaknya jumlah aparatur merupakan sisa pemerintahan sebelumnya. Hal ini terjadi karena banyak pegawai yang pindah dari daerah lain ketika konflik berlangsung.

“Kebijakan tidak membuka lowongan CPNS ini diterapkan sejak saya dilantik sebagai Wali Kota Banda Aceh pada 2007. Kebijakan ini berlanjut setelah saya terpilih kembali,” katanya.

Mawardy mengatakan, kebijakan tidak membuka lowongan CPNS ini sebagai upaya mengurangi jumlah aparatur yang ada. Pengurangan PNS ini hanya bisa dilakukan secara alamiah, yakni pensiun.

“Pegawai yang pensiun dalam setahun berkisar 200 hingga 300 orang. Jadi butuh waktu lama untuk mengurangi aparatur, hingga jumlah sesuai dengan kebutuhan,” kata Mawardy Nurdin. (ant)

Saling berbagi

PinIt

Tinggalkan Balasan