Kuliner
Pengat Ikan Depik
SALAH satu kuliner khas Gayo adalah penganan dari ikan depik. Jenis ikan langka–bahasa latinnya ‘Rasbora Tawarensis’–ini hanya hidup dan terdapat di danau laut tawar, Aceh Tengah. Depik yang hanya berukuran sebesar telunjuk orang dewasa sering dimasak menjadi dedah depik kering, peyek depik dan pengat depik.
Pengat jenis kuliner gulai yang rasanya agak asam dan pedas. Bumbu masakannya tidak selangka ikannya, cukup bawang merah, cabai merah, kunyit dan asam sunti dan air jeruk nipis, semuanya digiling halus. Bumbu ini tidak ditumis dengan minyak sebagaimana memasak gulai ikan lainya, tapi dicampur dengar air dan depik sekalian, jangan lupa garam secukupnya.
Biar lebih enak, depik segar langsung diolah dan dibersikan kalau tidak lemak-lemak dari ikan depik akan keluar. Selanjutnya media masak biasanya kuali dari tanah, dan dimasak hingga kering hingga bumbunya agak mirip masakan pepes.
Kuliner yang satu ini khas masyarakat Gayo, masakan pengat tidak hanya dimasak dengan ikan depik, ikan bawal juga makyus. (Pozan Matang)
Tagged Depik, Depik Pengat, Gayo, Pengat

khalisuddinMar 10, 2010 at 01.29
menarik, cuma jika berkenan, nama latin (ilmiah) ikan Depik bukan Rasbora Leptosoma, tapi “Rasbora Tawarensis”
Saleum
Khalisuddin
PozanMar 10, 2010 at 09.10
Terima kasih atas responya. Kesalahan sudah diperbaiki.
khalisuddinMar 13, 2010 at 01.15
trims…kru seumangat…
saleum kenal
diniApr 28, 2010 at 08.25
ehmmmm jd inget ken pengat ine d rmh huuuuhh nyumiiii
rinaMei 7, 2010 at 07.56
hiks hiks
jd pingin cpt2 pulng ke takengon ne…..
rahmaDes 16, 2010 at 09.33
nge lemem gere penah magan depik ne,
pengeeeeen….